Dewan Tak Percaya PT SRM Baru Ini Membawa Emas Keluar

Ketapang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 597

Dewan Tak Percaya PT SRM Baru Ini Membawa Emas Keluar
Ketapang, SP – Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menduga bukan hanya kali ini PT Sultan Rafli Mandiri membawa keluar emas hasil tambang dari Ketapang.  PT Sultan Rafli Mandiri memiliki izin pertambangan di Dusun Muatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Ketapang.   Pekerja asing PT Sultan Rafli Mandiri  asal China kedapatan membawa emas batangan seberat 3,3 kg di Bandar Rahadi Oesman Ketapang, Sabtu (6/10) lalu.  

“Bagaimana kita bisa percaya ini pertama kali (PT Sultan Rafli Mandiri) menemukan dan membawa emas keluar Ketapang. Mereka katanya sudah masuk ke lokasi sejak 7 tahun lalu. Apa kita bisa yakin selama 7 tahun, baru kali ini menemukan dan membawa emas keluar Ketapang?” kata Abdul Sani, Jumat (12/10).

Menurut Abdul Sani, jika benar perusahaan baru kali pertama menemukan emas dan hendak membawanya untuk uji kadar, mengapa sampel yang dibawa dalam bobot besar.
  “Itu yang kita khawatirkan, kalau mau uji kadar bawa saja sampel. Kalau dibawa emas sebanyak apakah benar uji kadar atau mau menghindari bayar pajak daerah. Bayangkan kalau ini kejadian bukan pertama kali misalkan sudah terulang kali, berapa banyak negara dirugikan,” katanya.

Belum lagi kerugian lingkungan akibat pembangunan terowongan yang tidak seoranganpun mengetahui berapa kedalaman terowongan dan aktivitas apa yang dilakukan mereka didalam terowongan tersebut.

“Apakah aktivitas mereka di dalam terowongan sesuai dengan luas izin tambang? Sebab kita tidak tahu seberapa jauh dan dalam terowongan itu dibuat. Informasinya  warga kerap mendengar ledakan dari dalam terowongan,” kata Abdul Sani.

Dia berharap kasus ini diusut tuntas dan transparan agar tidak menimbulkan opini negatif di masyarakat. “Perusahaan ini beberapa kali terdapat masalah. Dulu pertama kali masuk mereka diduga memperkerjakan tenaga kerja asing ilegal. Sampai beberapa waktu lalu ada tenaga kerja asing yang dideportasi oleh Imigrasi karena melanggar aturan.”

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat mengaku pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut dari Dinas Pertambangan Provinsi Kalimantan Barat.

“Belum ada. Tapi barang bukti emasnya masih ditahan. Ada sama penyidik,” kata AKBP Yuri Nurhidayat. (Teo)