q Suara Pemred − 39 Hari Kasus Emas Batangan PT SRM Tanpa Kepastian Hukum

39 Hari Kasus Emas Batangan PT SRM Tanpa Kepastian Hukum

Ketapang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 559

39 Hari Kasus Emas Batangan PT SRM Tanpa Kepastian Hukum
Emas batangan saat ditahan di Bandara Ketapang.
Ketapang, SP - Kasus penahanan 3,3 kilogram emas milik PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berlarut-larut. Penyelidikan terhambat saksi ahli dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.  

Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani mempertanyakan perkembangan penyelidikan kasus yang mandek sekitar satu bulan tersebut. Menurut Dia, masyarakat perlu mengetahui kelanjutan dari kasus ini.  

“Kasusnya sudah satu bulan lebih tanpa ada kepastian hukum. Tentu menjadi pertanyaan bagi masyarakat. Kalau soal keterangan saksi ahli, Polres minta bantuan Polda atau langsung Mabes Polri untuk menangani kasus ini,” kata Abdul Sani, Kamis (15/11).

Menurut Abdul Sani, kasus ini bukan kasus biasa karena menyangkut sumber daya alam yang diduga akan dibawa keluar Ketapang untuk menghindari membayar pajak.

“Kalau alasannya emas itu mau diuji kadar baru bayar pajak, itu kan aneh. Uji kadar bawa saja sampel seadanya. Kalau dibawa berkilo-kilo bukan tidak mungkin emas mau dijual keluar dan menghindari pembayaran pajak,” ketusnya.

Abdul Sani mendesak Polres Ketapang segera mengusut tuntas kasus ini dan melimpahkan kasus ke tingkat lebih tinggi seperti Polda Kalbar atau Mabes Polri jika tidak dapat menyelesaikannya.

“Kami takut kalau kasus dibiarkan berlarut-larut menimbulkan opini negatif. Apalagi kita tidak tahu barang bukti emasnya sekarang di mana. Kalau ada di Polres, tolong disampaikan ke rekan-rekan media biar difoto dan diekpos sebab kita khawatir emas dibawa oleh perusahaan. Apalagi perusahaan pernah menyampaikan kalau Polres pasti segera mengembalikan emas mereka,” kata Abdul Sani.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapat jawaban dari saksi ahli Kementrian ESDM mengenai kasus tersebut. “Belum ada jawaban sampai sekarang,” ujar AKBP Yury. “Prosesnya masih lanjut, untuk barang bukti emasnya masih ditahan penyidik di Polres Ketapang.”

Saat awak media meminta izin untuk mengambil gambar barang bukti, Kapolres Ketapang mengatakan foto barang bukti berupa emas sudah banyak beredar di media sosial dan tidak ada perubahan barang bukti tersebut.

“Fotokan sudah banyak beredar. Barang bukti juga tidak berubah,” tukasnya. (Teo).