DPR Berharap PT WHW Jadi Pusat Industri Bauksit Nasional

Ketapang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 362

DPR Berharap PT WHW Jadi Pusat Industri Bauksit Nasional
Ketapang, SP - Komisi VII DPR berharap PT Well Harvest Winning Alumina Refinery dapat menjadi pusat pengembangan industri berbasis bauksit di Indonesia.

Anggota Komisi VII DPR, Katherine Anggela Oendoen menilai PT WHW mampu mengelola dan memurnikan biji bauksit menjadi alumina yang menghasilkan Smelter Grade Alumina kurang lebih 98,6 persen dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. 

“Kami berharap PT WHW dapat menjadi pusat pengembangan industri berbasis bauksit di Indonesia,” kata Katherine Anggela Oendoen saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik  (Kunspek) Komisi VII DPR RI ke PT WHW AR di Ketapang, Senin (26/11) seperti dikutip dari website dpr.go.id.

Tujuan kunjungan anggota Komisi VII tersebut untuk mendapat gambaran utuh mengenai kegiatan hilirisasi mineral bauksit menjadi alumina dan ketaatan perusahaan dalam melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup.

Anggota Komisi VII memperoleh informasi yang komprehensif terkait kegiatan hilirisasi mineral bauksit di Kalimantan Barat dan permasalahan yang dihadapi. 

Menurut Katherine, UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba memberi angin segar bagi pertumbuhan dan perkembangan industri pengelolaan dan pemurnian mineral dalam negeri, salah satunya adalah PT WHW AR. 

“Kami berharap kegiatan usaha pertambangan, termasuk kegiatan hilirisasinya yang ada di Ketapang dapat berjalan dengan baik,” kata Katherine Anggela Oendoen. 

Menurutnya, bauksit merupakan salah satu sumber daya alam tidak terbarukan (non-renewable) yang banyak terdapat di Kalbar. Cadangan bauksit di Kalbar 0,84 miliar ton dari total cadangan nasional 1,26 miliar (66,77 persen).    

Sedangkan sumber daya bauksit nasional sebanyak 3,61 miliar ton. “Besarnya cadangan bauksit di Kalimantan Barat diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Ketapang,” tutur Katherine. 

Hal senada diungkapkan anggota Komisi VII DPR Maman Abdurrahman. Dia berharap kegiatan usaha pertambangan termasuk kegiatan hilirisasinya di Ketapang, berjalan dengan baik sesuai UU Minerba dan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Direktur External Relation PT WHW AR, Stevi Thomas mengapresiasi kunjungan anggota Komisi VII DPR RI. Menurut Stevi, kunjungan ini menandakan DPR turut memberikan perhatian khusus kepada PT WHW AR. 

“DPR juga memberikan beberapa rekomendasi yang akan menjadi bahan untuk perbaikan kinerja kami ke depannya. Kami yakin kunjungan ini dapat menjadi salah satu motivasi dalam meningkatkan produksi dan ekspor ke negara-negara lain,” katanya.

Dalam kunjungan itu anggota Komisi VII DPR juga meninjau lokasi pengolahan residu (limbah) bauksit yang dianggap sudah sesuai peraturan. 

Hadir dalam kegiatan itu Direktur Operasional PT WHW AR  Zhao Jialiang dan Deputy General Manager Dev Herindra.  Anggota DPR yang ikut dalam kunjungan diantaranya Denny Jaya Abri Yani,  Ivan Doly Gultom,  Maman Abdurrahman, Nawafie Saleh, Ihwan Datu Adam, Pegigi Patricia Pattipi, dan Muhamnad Yudi Kotoucky. (Teo/PK).