Masyarakat Nilai PLN Tukang Umbar Janji, Pemadaman Ganggu Aktivitas Belajar

Ketapang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 236

Masyarakat Nilai PLN Tukang Umbar Janji, Pemadaman Ganggu Aktivitas Belajar
Ilustrasi. (Net)
KETAPANG, SP - Masyarakat Kabupaten Ketapang kembali mengecam pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Ketapang. Pasalnya hingga saat ini pemadaman listrik terus saja terjadi seolah tak ada habisnya, terlebih pemadaman terjadi pada saat anak-anak sekolah sedang menghadapi ujian sekolah. Masyarakatpun menilai PLN sebagai perusahaan pengumbar janji palsu.

Saat dikonfirmasi, Ran (37) satu diantara warga Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, mengaku semakin kecewa melihat pelayanan PLN Area Ketapang yang semakin memburuk.

"Saya bingung apa yang sebenarnya terjadi, kenapa pemadaman listrik terus terjadi. Sudah tiga malam listrik mati berturut-turut," ungkapnya, Kamis (6/12).

Ia melanjutkan, yang membuat dirinya semakin kesal, pemadaman terjadi selalu pada malam hari dan kali ini terjadi pada saat anak-anak sedang menghadapi ulangan sekolah sehingga tentunya menganggu aktivitas belajar para siswa.

"Kami sudah bosan makan janji palsu PLN yang katanya tidak ada lagi pemadaman, atau kami sudah bosan mendengar alasan pemadaman karena mesin gangguan, jaringan terkena kawat layangan, pemeliharaan atau apalah itu. Kalau seperti ini kami bisa saja menilai PLN Ketapang perusahaan tukang umbar janji," ketusnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Andi (30) satu diantara warga Kelurahan Kantor, meminta PLN Provinsi Kalbar untuk melakukan evaluasi terkait kondisi kelistrikan di Ketapang. Menurutnya jika terus dibiarkan seperti ini maka citra buruk PLN Area Ketapang bisa saja berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat terhadap PLN secara menyeluruh.

"PLN Provinsi harus turun tangan menyikapi kondisi kelistrikan di Ketapang yang semakin memburuk dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadpa kinerja PLN Ketapang," katanya.

Ia melanjutkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin ada aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan dan merasa lelah dengan kondisi seperti ini.

"Karena dampak pemadaman tidak cuma gelap, tapi aktivitas terganggu hingga barang-barang elektronik yang sudah banyak rusak. Makanya kita harap kondisi ini segera berakhir," tukasnya. (Teo)