Kasus Diare di Kabupaten Kubu Raya Kalbar Terjadi Penurunan

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 1227

Kasus Diare di Kabupaten Kubu Raya Kalbar Terjadi Penurunan
BERMAIN AIR – Sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) tengah bermain air yang menggenangi ruas jalan. Di musim hujan yang kini melanda sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya. Masyarakat, terutama anak-anak diminta waspada mengonsumsi air yang berpotensi tercemar.

KUBU RAYA, SP
– Kepala Bidang Pengendali Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (PMK Dinkes) Kabupaten Kubu Raya (KKR) Teguh Sembiring mengungkapkan, telah terjadi penurunan kasus diare. Pasalnya pada Januari 2015 lalu, terdapat  786 kasus, sedangkan  Januari 2016 terdapat  242 kasus.
 

"Berdasarkan data yang kami himpun, terjadi penurunan kasus diare. Artinya, kesadaran masyarakat sudah mulai membaik untuk menerapkan pola hidup sehat, baik dari makanan dan minuman maupun berperilaku," kata Teguh.  

Menurut Teguh, potensi peningkatan kasus diare terjadi di daerah dataran rendah yang rawan terjadi genangan air dan banjir selama musim hujan. Selain itu, kasus diare juga berpotensi di daerah perdesaan.
Sebab, di daerah itu masih banyak masyarakat yang belum memiliki WC, sehingga mereka buang air besar di sungai atau hutan.  

Dinkes KKR  mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit diare pada musim hujan saat ini. Dikhawatirkan, musim hujan mencemari sumber air bersih masyarakat. 

 "Selain DBD (Demam Berdarah Dengue), penyakit diare di musim penghujan seperti ini juga akan mudah menyerang. Karena selama musim hujan, seringkali terjadi banjir dan mencemari sumber air bersih masyarakat," kata Kepala Dinkes KKR, Berli Hamdani saat ditemui Suara Pemred, beberapa waktu lalu.  

Berli menegaskan, kasus diare yang terjadi di Kubu Raya semenejak 2016, terutama saat musim penghujan, cukup tinggi. Hal itu terjadi karena kurangnya ketersediaan air bersih dan pola hidup sehat masyarakat yang masih rendah.

Dari sembilan kecamatan yang ada di Kubu Raya, kasus diare terbanyak terjadi di Kecamatan Sungai Raya yang mencapai lebih dari seratus kasus. Kemudian, penderita lebih didominasi oleh anak usia lima tahun ke bawah.  

"Jumlah penduduk di Kecamatan Sungai Raya terbanyak dari kecamatan lain dan kondisi lingkungan juga kurang bersih. Sehingga masyarakat  Kecamatan Sungai Raya lebih rentan terserang diare," ungkap Berli.  

Pihaknya, kata Berli, sudah melakukan berbagai upaya promotif dan prefentif seperti mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengonsumsi air minum yang sudah dimasak. Kemudian, menyarankan mengonsumsi jajanan yang sehat terutama pada anak-anak.  

"Kebiasaan masyarakat Kalbar, khususnya masyarakat Kubu Raya, mengonsumsi air hujan untuk sehari-hari. Air hujan itu harus diendapkan sekitar tiga hari, setelah itu dimasak hingga mendidih, barulah dikonsumsi. Karena air hujan ini lebih banyak mengandung zat besi yang tidak baik bagi kesehatan," kata Berli.  

Berli mengingatkan,  jika anak terserang penyakit diare, secepatnya dibawa ke tenaga kesehatan. Sebab, anak yang terserang diare harus cepat mendapat tablet sing untuk mempercepat penyembuhan.
"Untuk pertolongan pertama bisa juga dilakukan dengan memberikan oralit atau larutan gula garam," kata Berli. (jek/bah)