Puluhan Warga Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya Keracunan Mie Sagu

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 1107

Puluhan Warga Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya Keracunan Mie Sagu
KERACUNAN- Puluhan warga keracunan mi sagu ketika berada di puskemas, untuk menjalani perawatan, Selasa (14/3). (FOTO SUARA PEMRED/ Jaka Iswara)
KUBU RAYA, SP - Puluhan warga yang tergabung dalam Majelis Taklim Nurul Hidayah, mengalami keracunan usai menghadiri pengajian di kediaman Sundari (45), Kampung Teluk Lerang, Dusun Karya Bersama RT 03 RW 04, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Senin (14/3) Sore.  

Ketua RT 03 RW 04 Dusun Teluk Lerang, Desa Kuala Mandor A, Maryadi mengungkapkan, warga menghadiri pengajian sejak pukul 14 hingga pukul 16.00 WIB.

Usai Maghrib sekitar pukul 18.30 WIB, warga mengalami keracunan satu persatu dan dibawa ke Puskesmas Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang. 
  "Satu jam usai pengajian saat sudah berada di rumah, baru ketahuan warga yang menghadiri pengajian satu persatu mengalami mual-mual kemudian muntah," ujar  Maryadi di Sungai Ambawang, Selasa (15/3). 

Sementara Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Nursalam menjelaskan  pelaksanaan pengajian itu rutin dilaksanakan setiap satu pekan sekali, pada Senin.

Pengajian ibu-ibu majelis taklim Nurul Hidayah dilakukan secara bergantian dari rumah-ke rumah.
  “Keracunan diduga akibat memakan mie sagu yang disediakan tuan rumah. Yang tidak makan tidak ada masalah," katanya.  

Nursalam menegaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, mie yang disediakan oleh tuan rumah merupakan hasil olahan sendiri. Keracunan tak hanya terjadi pada ibu-ibu, tapi juga pada anak yang ikut dalam pengajian tersebut. 

 "Hampir semua yang hadir dan makan pada acara itu semuanya mengalami hal sama, saya sayapun mencurigai ini keracunan makanan, saya langsung meghubungi petugas kesehatan," katanya  

Kepala Puskesmas Lingga, dr William Daniel Napitupulu menjelaskan, ia mendapatkan informasi dari petugas Puskesmas, ada puluhan warga mulai dari orang dewasa hingga anak-anak berdatangan ke Puskesmas karena mengalami mual dan muntah-muntah pada  Senin (14/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB.


Setelah mendapatkan pemeriksaan dari sejumlah petugas disimpulkan, diduga kuat puluhan warga ini mengalami keracunan makanan.    "Semua pasien kami upayakan tetap ditangani. Hingga saat ini, lebih dari 50 pasien yang datang ke Puskesmas Lingga untuk mendapatkan perawatan," ungkapnya.  

Selain petugas medis Puskesmas Lingga, pihaknya juga mendapat bantuan tenaga medis dari Puskesmas Kuala Mandor dan Puskesmas Ambawang. Tujuannya, agar penanganan terhadap korban keracunan dapat teratasi.  

Berdasarkan data yang dihimpun total keseluruhan korban keracunan makanan ini, sebanyak 54 orang. Sebanyak 43 orang ditangani di Puskesmas Lingga, tiga orang ditangani di Polindes dan tempat praktik sekitar, dua orang ditangani oleh bidan Kecamatan Kuala Mandor B, dua orang ditangani di Pustu Desa Jawa Tengah.  

Satu orang anak dirujuk dari Pustu Jawa Tengah ke RS Kartika Husada, sementara tiga orang korban lainnya, meminum obat dengan sendirinya. Dari total korban keracunan itu ada tiga anak, sisanya orang dewasa.   Bupati Kubu Raya, Rusman Ali turut prihatin atas musibah keracunan yang dialami puluhan warganya.

Ia minta Dinas Perdagangan Kubu Raya bersama Balai POM, melakukan pengecekan dan monitoring terhadap pedagang atau pengusaha yang menjual bahan baku mie yang dibeli warga, dan diolah menjadi mie sagu itu.  

"Kedepannya, Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Balai POM, secara intensif meneliti dan mengawasi peredaran makanan, baik makanan instan maupun bahan baku makanan untuk diolah," kata Rusman Ali.  

Ia menegaskan, jika pihaknya menemukan pedagang maupun pengusaha menjual makanan dengan bahan pengawet seperti formalin, boraks, maupun zat kimia lainnya yang membahayakan masyarakat, tidak segan-segan memberikan sanksi berupa pencabutan izin usaha, dan akan ditindaklanjuti secara hukum.  

"Saya juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan teliti, sebelum mengkonsumsi maupun membeli makanan, agar terindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan," pungkasnya. (jek/lis)