Bupati Kubu Raya : Tiga Kades Diberi Waktu 60 Hari untuk Ganti Uang Negara

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 1045

Bupati Kubu Raya : Tiga Kades Diberi Waktu 60 Hari untuk  Ganti Uang Negara
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memperketat pengawasan terhadap alokasi dan pencairan dana desa di tingkat pusat. (jurnalpatrolinews.com)
KUBU RAYA, SP – Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menegaskan bahwa pihaknya memberikan waktu 60 hari kepada tiga kepala desa (kades) yang menyalahgunakan pengelolaan dana desa. Penyimpangan penyalahgunaan dana desa oleh tiga kepala desa itu terungkap dari laporan warga masing-masing yang mengendus terjadi penyimpangan.  

Tiga kades itu di antaranya Kades Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kades Tanjung Harapan, Kecamatan Batu Ampar dan Kades Pinang Dalam, Kecamatan Kubu.   "Yang bersangkutan diberikan batas waktu hingga 60 hari untuk mengganti kerugian negara/ daerah seperti yang tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2014," ungkap Rusman Ali, baru-baru ini.  

Jika dalam waktu 60 hari itu yang bersangkutan tidak juga mengganti kerugian negara/daerah, maka kepala daerah akan meneruskan kasus tersebut kepada pihak penyidik kepolisian.   Maka itu, Rusman Ali mengingatkan kembali para kades dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahannya agar berhati-hati menggunakan uang negara, sehingga tidak menimbulkan temuan yang berdampak pada kasus pidana.  

"Bagi Kepala SKPD jangan main-main dengan uang negara, harus hati-hati menggunakannya, termasuk kepala desa yang menggunakan uang ADD maupun Dana Desa yang nilainya semakin bertambah setiap tahunnya," kata Rusman Ali.  

Pihaknya tidak ingin ada kepala SKPD maupun kades tersandung kasus hukum pidana lantaran menyalahgunakan uang negara yang diamanahkan kepadanya. Jika ada warga melaporkan kasus penyalagunaan uang negara oleh pejabat pemerintahan ke polisi, kata Rusman Ali, laporan itu akan diserahkan ke bupati sebelum diproses.  

“Karena memang ada ketentuan soal itu (penyerahan laporan ke bupati sebelum diproses polisi),” kata Rusman Ali.  

Setelah menerima surat dari kepolisian, lanjut Rusman Ali, bupati lantas memerintahkan inspektorat Kabupaten Kubu Raya untuk melakukan pemeriksaan terhadap laporan dugaan temuan tersebut.  

Sementara Wakil Ketua Apdesi Kubu Raya, Effendi Senong mengakui masih banyak kelemahan kepala desa dalam mengelola keuangan desa seperti ADD dan Dana Desa.  

"Karena itu kami berharap dengan adanya Konsultan Desa dan Pendamping Desa dapat membantu kepala desa dalam mengelola keuangan desa agar mereka tidak tersandung kasus hukum," katanya.  

Effendi berharap ketika pihak kepolisian maupun kejaksaan mendapat laporan dari masyarakat tentang penyalahgunaan dana, tidak serta merta melakukan proses hukum. Namun terlebih dulu dapat melakkan koordinasi kepada Inspektorat Kabupaten Kubu Raya.  

"Karena ada juga diantaranya dikarenakan kesalahan administrasi yang belum banyak diketahui oleh desa sehingga masih membutuhkan bimbingan dan pembinaan," ujarnya.  

Seperti diberitakan sebelumnya, satu di antara kades yang dilaporkan oleh masyarakat ke polisi yaitu Kades Tanjung Harapan, Juheran. Juheran membenarkan jika dirinya dilaporkan atas dugaan penyimpangan dana desa tahun 2014 dan 2015 terkait pembangunan Kantor Desa Tanjung Harapan, dan pembangunan bak air di Dusun Bun-Bun, Desa Tanjung harapan pada tahun 2014.  
“Menurut versi mereka (masyarakat) itu penyimpangan. Padahal pada tahun 2014 terjadi pergantian kepala desa dan RAPBdes disusun oleh kades sebelumnya. Saya selaku kades yang baru saat itu hanya meneruskan RAPBdes dari kades sebelumnya,” katanya.

Pada RAPBDes itu, kata dia, tercantum berbagai program pembangunan termasuk renovasi kantor desa. Lantaran kantor desa terbilang kecil, maka renovasi pembangunan kantor dialihkan menjadi pembangunan kantor desa yang baru.   “Nah, ini yang membuat ada oknum masyarakat menilai penyimpangan. Percuma juga jika kita renovasi kantor desa yang lama, karena tetap saja kecil. Untuk anggaran pembangunan kantor baru ini tetap sesuai aturan yakni sebesar Rp 20 juta,” ungkapnya. (jek/bah)