Puluhan Siswa Ibtidaiyah Disuntik Vaksi Anti Campak

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 409

Puluhan Siswa Ibtidaiyah Disuntik Vaksi Anti Campak
SUNTIK – Salah satu siswa Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Hidayatus Sidiyan saat disuntui vaksin anti campak oleh Petugas Puskesmas Sungai Ambawang, Kamis (10/8). SP/Jaka

Program Imunisasi Anak Sekolah

Suara Pemred - Wajah puluhan pelajar kelas I Madrasah Ibtidaiyah Hidayatus Sidiyan, Sungai Ambawang, Kecamatan Ambawang, tampak tegang dan sedikit pucat ketika petugas Puskesmas Sungai Ambawang menyuntikkan vaksin campak ke tubuh mereka, Kamis (10/8).

Beberapa dari pelajar Ibtidaiyah itu juga ada yang menangis bahkan tidak mau disuntik, namun dengan bujukan dari petugas kesehatan dan guru di Ibtidaiyah, akhirnya mereka bersedia disuntik meski dengan ekspresi wajah terpaksa.

Meskipun ada yang terpaksa, namun tidak sedikit dari para siswa yang antusias karena melihat teman-teman mereka yang disuntik, namun tidak terlihat kesakitan.

Salah seorang petugas Puskesmas Sungai Ambawang, Emy mengatakan, program suntik campak dilakukan setiap dua tahun sekali, yaitu di bulan Agustus dan November. Suntik imunisasi dimaksudkan untuk mencegah anak menderita sakit campak. 

"Kami berharap masyarakat bisa mengerti apa manfaat dari pemberian vaksin, walaupun sebelumnya sempat ditolak orang tua siswa karena pemberitaan mengenai vaksin palsu yang beredar," ujar Emy disela kegiatan suntik vaksin  campak yang dilakukan.

Emy memaparkan, kendati sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah menolak suntik vaksin campak di sekolahnya karena meragukan keaslian vaksin yang disuntikan ke peserta didik mereka, namun hal itu tidak menyurutkan petugas puskesmas, mensosialisasi Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah, di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatus Sidiyan tersebut.

"Imunisasi campak  ini sangat penting untuk mengantisipasi penyakit campak, bagi anak-anak," terangnya. 

Ia menjelaskan, kegiatan yang di laksanakan setiap dua tahun sekali tersebut, merupakan salah satu program bulan imunisasi anak sekolah (Bias) yang memprioritaskan pada anak-anak kelas satu dan dua tingkat dasar.

Di tempat yang sama, salah satu Guru Madrasah Ibtidaiyah Hidayatus Sidiyan,  Ahmad Sai mengatakan, sebelumnya pihak  sekolah memang menolak untuk di vaksin, karena adanya pemberitaan tentang vaksin palsu.

"Jadi sebelum ada penjelasan dari dinkes, saat itu kami masih ragu-ragu. Setelah ada sosialisasi, program ini ternyata sangat baik khususnya bagi anak-anak," katanya. (jaka iswara/jee)

Komentar