Jembatan Penghubung Antar Desa Ambruk

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 546

Jembatan Penghubung Antar Desa Ambruk
JEMBATAN AMBRUK – Warga melihat jembatan yang ambruk akibat luapan air sungai, Senin (14/8). Akibat kondisi ini, aktivitas warga di dua desa yang dihubungkan oleh jembatan tersebut lumpuh. SP/Jaka
Aktivitas Warga Rasau Jaya dan Sungai Bulan Lumpuh 

Kepala Dusun Tanjung Wangi Rasau Jaya Dua, Ramlan
Tentunya jembatan ini sangat penting untuk warga. Akibat jembatan ini putus, aktivitas warga menjadi terganggu, termasuk juga dengan anak sekolah

KUBU RAYA, SP
– Jembatan penghubung yang berada di atas aliran sungai di Dusun Tanjung Wangi, Desa Rasau Jaya Dua, Kecamatan Rasau Jaya ambruk, Senin (14/8) pukul 04.15 WIB.

Penyebab ambruknya jembatan yang menghubungkan Desa Sungai Bulan dengan Desa Rasau Jaya II tersebut, disebabkan jembatan tidak kuat menahan derasnya aliran air sungai yang meluap, akibat meningkatnya curah hujan yang terjadi belakangan ini. 

“Saat jembatan ini ambruk, kondisi masih hujan sehingga tidak ada warga yang turun,” ujar Kepala Dusun Tanjung Wangi Rasau Jaya Dua, Ramlan.

Akibat Ambruknya jembatan, aktivitas warga ke dua desa menjadi lumpuh. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang dimiliki warga untuk melintas dari Desa Sungai Bulan ke Desa Rasau Jaya II dan sebaliknya.

“Tidak ada akses lain selain jembatan ini. Saat ini warga sedang membersihkan puing-puing sisa ambruknya jembatan,” terangnya.

Mengingat pentingnya keberadaan jembatan penghubung yang amburuk tersebut, Ramlan berharap Pemkab Kubu Raya bisa segera melakukan perbaikan. 

“Tentunya jembatan ini sangat penting untuk warga. Akibat jembatan ini putus, aktivitas warga menjadi terganggu, termasuk juga dengan anak sekolah,” keluhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Permusyawaratan Desa, Rasau Jaya II, Nanang Suryana mengatakan, meluapnya air sungai karena aliran sungai tersumbat. Nanang juga berharap, Pemkab Kubu Raya bisa segera memperbaiki jembatan.

“Jika tidak bisa segera, setidaknya dibikinkan jembatan sementara,” harapnya.

Menurut Nanang, selain karena meluapnya air sungai, robohnya jembatan diduga karena kondisinya jembatan yang sudah tidak kuat. Jembatan tersebut dibangun sejak lima tahun lalu, dan setelah itu tidak pernah dilakukan perawatan atau perbaikan jembatan dari Pemkab Kubu Raya.

“Usia jembatan ini memang sudah cukup tua, sehingga sangat rawan ambruk. Beruntun kejadiannya subuh, kalau siang hari pasti akan ada korban jiwa,” pungkasnya. (jek/jee)

Komentar