Laporan Anggaran Dua Desa Dikembalikan

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 397

Laporan Anggaran Dua Desa Dikembalikan
ilustrasi
LANDAK, SP - Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 tahap pertama di dua desa di Kabupaten Landak dikembalikan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DSPMPD) Kabupaten Landak.  

Pengembalian itu dikarenakan terdapat kesalahan. Instansi tersebut meminta kepada dua desa itu untuk segera memperbaiki laporan pertanggungjawabannya.   Kepala DSPMPD Kabupaten Landak, Andi Ali mengatakan, batas waktu pengembalian laporan pertanggungjawaban itu pada 30 Agustus lalu.  

"Kita harapkan pertengahan September ini DD dan ADD tahap kedua sudah bisa disalurkan ke desa. Sebab, dana tersebut tidak boleh lama-lama di kas daerah setelah kita ajukan. Paling lama tujuh hari harus disalurkan ke desa. Kalau tidak, kita akan ditegur, karena menahan duit desa," ujar Andi Ali di kantornya, Kamis (7/9).  

Dikatakan, penyaluran DD dan ADD pada tahap kedua itu akan dilakukan jika semua desa sudah menyerahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan tahap pertama.  

"Harus semua desa sudah menyelesaikan laporan pertanggungjawabannya, tidak ada yang boleh ketinggalan. Kalau sudah seratus persen desa menyampaikan laporan pertanggungjawabannya, barulah dana itu akan disalurkan ke kas daerah. Kalau satu desa yang belum, penyalurannya ditunda sampai semuanya selesai," jelasnya.  

Sementara tokoh masyarakat Kabupaten Landak, H Hamdani Jalil menyambut baik adanya perhatian pemerintah terhadap desa melalui penyaluran DD dan ADD.   "Harapan kita, semoga aparatur desa sebagai pengguna anggaran dapat melaksanakan sebagaimana mestinya sesuai dengan harapan masyarakat," harapnya.   Ia menilai saat ini pemerintah sudah mulai memperhatikan pembangunan-pembangunan di segala bidang yang ada di desa.  

"Harapan juga kepada masyarakat bisa memberikan dukungan sepenuhnya kepada aparatur desa dalam pelaksanaan pembangunan di desa. Masyarakat bisa berpartisipasi dengan cara bergotongroyong untuk membangun desa," pinta Hamdani. (dvi/bah)

Komentar