Memantau UNBK SMA/MA di Landak, Ada Generator, Lampu Padam Bukan Persoalan Besar

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 219

Memantau UNBK SMA/MA di Landak, Ada Generator, Lampu Padam Bukan Persoalan Besar
GENERATOR – Seorang petugas di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, Deliserdang, menyiapkan generator untuk antisipasi listrik padam saat UNBK. (Harian Analisa)
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi peserta didik SMA/MA di Landak memasuki hari kedua dengan mata pelajaran yang diujiankan yakni matematika. Berdasrkan pantauan, pelaksanaan UNBK khususnya di Kota Ngabang, secara umum berjalan dengan lancar.

SP - Seperti misalnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ngabang. Hingga hari kedua, pelaksanaan UNBK di sekolah itu tidak menemui kendala. Untuk UNBK tahun pertama ini, sebanyak 108 pelajar terdaftar sebagai peserta UNBK di sekolah tersebut.

"Alhamdulillah, hingga hari kedua ini semua peserta dari MAN Ngabang mengikuti UNBK tersebut. Mudah-mudahan para peserta didik kita semuanya bisa mengikuti UNBK hingga hari terakhir atau Kamis nanti," kata Kepala MAN Ngabang, Agus Leonardi Djarkasi di sekolahnya, Selasa (10/4).

Diakuinya, hingga hari kedua UNBK di sekolah itu, untuk sementara ini tidak ditemui kendala, termasuk listrik dan jaringan internet.

"Demikian juga dengan sarana penunjang UNBK seperti komputer tidak mengalami kendala. Kita menggunakan komputer sekitar 40 an unit," katanya.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan UNBK ini MAN Ngabang berkolaborasi dengan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) Ngabang, terutama masalah ketersediaan komputer.

“Untuk MAN Ngabang sendiri ada 22 unit komputer. Kita juga ada memakai komputer milik pelajar. Sedangkan selebihnya dari MTs Negeri Ngabang. Makanya pelaksanaan UNBK antara MAN dan MTs memang berbeda. MTs N Ngabang nantinya akan mengikuti UNBK di MAN Ngabang," jelasnya.

Pelaksanaan UNBK di MAN Ngabang juga mendapat pemantauan dari Kementerian Agama (Kemenag) Landak pada hari pertama lalu.

"Alhamdulillah, hari pertama pelaksanaan UNBK di Madrasah Aliyah (MA) di Landak secara umum berjalan lancar,” ucapnya.

Menurut Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kemenag Landak, Zulkarnain di hari pertama UNBK, pelaksanaan UNBK di MA Rantau Panjang Kecamatan Sebangki sempat diwarnai dengan listrik padam selama dua kali pada saat pelaksanaan ujian. Tapi hal itu tidak menghambat pelaksanaan UNBK di MA tersebut, dikarenakan pihak sekolah sudah menyiapkan generator

Dijelaskannya, untuk tahun 2018 ini, ada 242 peserta didik MA yang mengikuti UNBK di Landak. Mereka tersebar di tujuh MA se Landak. "Rata-rata MA di Landak sudah melaksanakan UNBK secara mandiri," katanya. (devi zulkarnain/ang)