BPBD Landak Waspada Banjir, Jalan Menuju Bengkayang Sempat Lumpuh

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 155

BPBD Landak Waspada Banjir, Jalan Menuju Bengkayang Sempat Lumpuh
BANJIR – Tampak seorang anak bermain air di tengah banjir yang melanda salah satu pemukiman warga di Ngabang, Landak, kemarin. Akibat tingginya intensitas hujan yang turun, sejumlah kecamatan di Landak terendam banjir, warga pun diminta untuk waspada. (Is
Ketua BPBD Landak, Banda Kolaga
"Untuk di Landak, hujan juga masih turun hingga saat ini dengan intensitas sedang. Selain itu ada juga sejumlah kecamatan Landak yang diguyur hujan deras. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga tiga hari ke depan,"

NGABANG, SP
– Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Landak dalam dua pekan terakhir berakibat sejumlah wilayah terendam banjir. Bahkan arus transportasi di Jalan Landak-Bengkayang sempat lumpuh akibat digenangi air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Banda Kolaga mengatakan, berdasarkan pantauan dari BMKG, diprediksikan hujan masih turun di hampir kabupaten/kota di Kalbar. Hujan yang turun itu mulai dari ringan, sedang dan lebat.

"Untuk di Landak, hujan juga masih turun hingga saat ini dengan intensitas sedang. Selain itu ada juga sejumlah kecamatan Landak yang diguyur hujan deras. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Banda Kolaga, Kamis (24/5).

Hujan yang masih turun di sejumlah wilayah di Landak bisa mengancam terjadinya banjir besar dan tanah longsor. "Kami tetap mengimbau kepada masyarakat Landak, terutama yang berada di daerah aliran sungai (DAS) bisa mengantisipasi bencana tersebut," pintanya.

Banda juga mengharapkan adanya kerja sama dari masyarakat, terutama kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sudah dibentuk dan dilatih BPBD Landak di Kecamatan Mandor dan Kecamatan Jelimpo.

"Seandainya terjadi banjir, mereka bisa menggunakan daya yang mereka punya sambil melaporkan perkembangan banjir pada BPBD Landak untuk diambil tindakan,” ucapnya.

Ia mengakui, akibat curah hujan yang tinggi sejak Senin sore (21/5) lalu, sejumlah kecamatan di Landak sudah terendam banjir mulai Selasa (22/5) lalu.

"Banjir itu terjadi di kawasan Pasar Mandor dengan ketinggian air sekitar sekitar 10 sampai 40 sentimeter. Banjir ini sempat merendam sejumlah rumah warga meskipun tidak lama. Tapi saat ini, kondisi sudah normal kembali," terangnya.

Selain itu, banjir dengan waktu bersamaan juga terjadi di Kecamatan Banyuke Hulu. Banjir ini mengakibatkan terendamnya ruas jalan Landak-Bengkayang dengan kedalaman air setinggi betis orang dewasa.

"Banjir itu sempat melumpuhkan arus lalu lintas yang menghubungkan Landak dengan Bengkayang. Tapi beruntung, banjir itu cepat surut, sehingga arus lalulintas menjadi normal kembali,” ucapnya.

Sedangkan untuk di Kota Ngabang sendiri masih tergolong aman dari banjir. “Tapi kita minta masyarakat untuk waspada mendapat kiriman banjir dari hulu sungai Landak," harapnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Hilir Kantor Kecamatan Ngabang, Yohanes mengakui, hingga saat ini di wilayah kerjanya masih aman dari banjir.

"Biasanya kalau hujan turun dengan lebat dan menerima banjir kiriman dari hulu sungai, kita juga terkena imbas dari banjir tersebut. Tapi, hingga saat ini wilayah kami masih aman dari banjir," ujar Yohanes.

Adapun sejumlah kawasan di Desa Hilir Kantor yang sudah menjadi langganan banjir, seperti di Sungai Buluh, Selojeng, Tanjung dan sejumlah kawasan lainnya.

"Sejumlah kawasan tersebut rata-rata berada di pinggiran DAS Landak. Tapi kita tetap meminta masyarakat setempat supaya tetap waspada untuk menerima banjir kiriman itu," pintanya.

Warga Sudah Terbiasa

Salah satu masyarakat Kota Ngabang, Deni mengaku, ia sudah terbiasa menghadapi datangnya banjir yang melanda rumahnya di Dusun Pesayangan, Desa Raja, Kecamatan Ngabang. Apalagi dusun tempat tinggalnya itu persis berada DAS Landak. 

"Kami masyarakat di Pesayangan sudah terbiasa menghadapi banjir besar sampai menenggelamkan rumah. Kita juga sudah mengetahui apa yang harus dilakukan warga jika banjir datang," ujar Deni yang juga tercatat sebagai anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Landak ini. 

Diakuinya, jika banjir datang merendam dusunnya, masyarakat setempat memang ada yang mengungsi di rumah keluarganya yang berada di dataran tinggi. Ada juga warga yang mengungsi di gedung SD setempat yang juga berada dj dataran tinggi. 

Tapi ada juga warga yang memilih bertahan di rumahnya, terutama para orangtua. Mereka malah berdiam diri di atas dek rumah. 

“Padahal kita sudah berusaha mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih aman. Namun, mereka tetap bersikeras untuk bertahan di rumah sambil menjaga sejumlah perabotan, " jelasnya. 

Diakuinya, hingga saat ini Dusun Pesayangan belum terendam banjir. Air sungai Landakpun belum begitu pasang. "Tapi, kita tetap waspada menghadapi banjir kiriman," katanya. (dvi/ang)