Persiapan Musim Haji 90 Persen, 53 Jemaah Sudah Tes Kesehatan

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 139

Persiapan Musim Haji 90 Persen, 53 Jemaah Sudah Tes Kesehatan
Ilustrasi. (Net)
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Taufiqqurohman
"Tes kesehatan sudah dilaksanakan. Manasik haji tingkat kecamatan dan kabupaten juga sudah selesai dilaksanakan,”

NGABANG, SP – Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah, Kementerian Agama Landak, Taufiqqurohman mengatakan, persiapan keberangkatan calon jemaah haji sudah mencapai 90 persen. Dan hingga sekarang persiapan keberangkatan yang belum terlaksana akan terus dilakukan kepada 53 orang calon jemaah haji.

"Tes kesehatan sudah dilaksanakan. Manasik haji tingkat kecamatan dan kabupaten juga sudah selesai dilaksanakan,” kata Taufiq, Minggu (15/6).

Saat ini pihaknya hanya menunggu tanda koper dan baju yang masih dalam proses. Kemudian pada tanggal 19 Juli nanti, Kantor Kemenag Landak akan melakukan rapat persiapan keberangkatan para calon jemaah haji.

Rapat tersebut juga akan dihadiri sejumlah instansi dan pihak terkait lainnya, seperti sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Landak, Polres, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan sebagainya. “Jadi Insya Allah dalam beberapa hari ini semuanya sudah selesai," ucapnya.

Berdasarkan jadwal, jemaah haji akan diberangkatkan dari Ngabang menuju Pontianak pada 30 Juli. Lalu esok harinya diberangkatkan ke embarkasi Batam. Setelah nginap semalam, dilanjutkjan penerbangan ke Jedda, Saudi Arabiah.

Sedangkan jadwal kepulanggan direncanakan pada 11 September sudah tiba di Batam. Nginap semalam di Batam, tanggal 12 September para jamaah akan dipulangkan ke Pontianak. 

Rencananya para jemaah haji akan nginap semalam lagi di Pontianak. Sebab, dikhawatirkan para jamaah haji Landak ini akan tiba pada malam hari di Pontianak. “Hal ini dikarenakan kita penerbangan kedua dan ketiga. Insya Allah, pada 13 September para jemaah ini pulang ke Ngabang," jelasnya.

Jemaah haji Landak tergabung dalam kloter 13 bersama Sanggau, Melawi dan Mempawah dengan nomor Maktab 47 dan nomor rumah 906. Sedangkan sektornya yakni sektor sembilan dengan wilayah Misfalah. 

“Wilayah itu memang agak dekat dengan Masjidil Haram. Jemaah haji Landak dibagi pada rombongan tujuh dan delapan regu 25, 26, 27, 28, 29 dan 30," terangnya. 
Ditanya soal daftar tunggu haji di Landak, ia mengatakan, daftar tunggu sudah sembilan sampai sepuluh tahun.

"Jadi, kalau melakukan pendaftaran sekarang ini, diperkirakan akan berangkat pada tahun 2027 mendatang. Saat ini saja sudah ada sekitar 15 orang yang mendaftar sampai tahun 2027," jelasnya.

Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Landak, Yakob mengakui, sejauh ini keterlibatan IPHI dalam pelaksanaan ibadah haji hanya membantu pada saat kegiatan manasik. "Kalau yang lainnya, kita tidak ada peran,” ucapnya.

Dulu, waktu Rakor IPHI di Jakarta, pernah mengusulkan agar diberi kepercayaan menyelenggarakan ibadah haji. “Tapi tugas kita di IPHI hanya sebatas untuk melakukan pembinaan terhadap umat Islam yang sudah bergelar haji maupun hajjah," katanya.

Meskipun demikian, Yakob menilai pelayanan ibadah haji dari Kantor Kemenag Landak sudah bagus. "Tidak pernah saya dengar ada keluhan dari para CJH Landak ini. Semuanya sudah berjalan baik sesuai prosedur pelayanan ibadah haji," akunya.

Yakob memandang, animo umat Islam di Landak untuk melaksanakan rukun Islam itu cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan banyaknya orang yang masuk daftar tunggu hingga tahun 2027.

Selektif Pendaftaran

Satu di antara masyarakat Ngabang, Subadi merespons positif banyaknya umat Islam di Landak yang melakukan pendaftaran ibadah haji hingga tahun 2027 di Kantor Kemenag Landak.

"Saya tidak menyangka daftar tunggu ibadah haji di Kantor Kemenag Landak sudah mencapai tahun 2027. Hal ini jelas menunjukan animo umat Islam di Landak cukup tinggi untuk melaksanakan ibadah haji," ujar Subadi.

Hanya saja ia berharap mudah-mudahan para CJH Landak yang sudah mendaftar itu benar-benar merupakan jemaah asal Kabupaten Landak. "Jangan pula ada masyarakat dari luar Landak malah melakukan pendaftaran haji di sini. Oleh karena itu, kepada pihak Kemenag Landak harus lebih selektif dalam pendaftaran ibadah haji tersebut," pintanya.

Ia mengakui, jika ada masyarakat luar Landak yang mendaftar haji, dikhawatirkan Kemenag Landak akan menerima kritikan. "Tapi saya yakin, hal itu tidak ada di Landak. Apalagi saya melihat pelayanan ibadah haji yang dilakukan Kantor Kemenag Landak ini sudah berjalan dengan baik dan lancar," akunya. (dvi/ang)