409 Bacaleg Bertarung di Landak, Memperebutkan 35 Kursi DPRD

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 642

409 Bacaleg Bertarung di Landak, Memperebutkan 35 Kursi DPRD
Ilustrasi. (Net)
Ketua KPU Landak, Herkulanus Yacobus
"Kemudian, tanggal 19 sampai 21 Juli nanti akan kita umumkan persyaratan Bacaleg yang harus dipenuhi. Sedangkan, masa perbaikan pada tanggal 22 sampai 31 Juli,"

NGABANG, SP
- Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menutup pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg). Di Kabupaten Landak, ada 409 Bacaleg terdaftar di KPU, mereka berasal dari 15 partai politik (Parpol) ini memperebutkan 35 kursi yang tersedia. Dan hanya Partai Bulan Bintang (PBB) saja yang tidak mendaftarkan Bacalegnya.

Ketua KPU Landak, Herkulanus Yacobus mengatakan, partai yang paling sedikit mendaftarkan Bacaleg adalah Garuda. Partai itu hanya mendaftarkan lima Bacaleg yang tersebar di dua daerah pemilihan. 

“Yakni daerah pemilihan I dan II. Sedangkan Parpol lain hampir semuanya penuh di setiap daerah dan memenuhi kuota," kata Yacobus, Rabu (18/7).

Setelah pendaftaran, KPU akan memasuki tahapan verifikasi. "Kemudian, tanggal 19 sampai 21 Juli nanti akan kita umumkan persyaratan Bacaleg yang harus dipenuhi. Sedangkan, masa perbaikan pada tanggal 22 sampai 31 Juli," jelasnya.

Ia menambahkan, apakah nanti daftar Bacaleg itu akan tetap atau berubah, hal itu tergantung hasil dari verifikasi berkas.

"Kalau memang nanti ada indikasi yang bisa membuat Bacaleg itu gugur, bisa saja gugur. Inikan masih dalam proses. Tapi selagi berkas itu bisa diperbaiki, silakan saja dilakukan perbaikan," katanya.

Selain itu, nantinya ada masa tanggapan dari masyarakat terhadap Bacaleg yang mendaftar itu usai penetapan daftar caleg sementara (DCS).

Pengumuman DCS akan dilakukan pada tanggal 12 sampai 14 Agustus mendatang. Masukan dan tanggapan masyarakat dimulai tanggal 12 sampai 21 Agustus. Kemudian, nantinya akan ada proses klarifikasi terhadap tanggapan masyarakat, baik melalui partai politik maupun Bacaleg yang bersangkutan. “Proses klarifikasi itu dimulai tanggal 29 sampai 31 Agutus mendatang," jelasnya.  

Sementara itu, dari 409 Bacaleg yang mendaftar ke KPU Landak itu, ada tiga Ketua Parpol besar peserta Pemilu 2019 yang namanya tidak masuk sebagai Bacaleg. Ketiga Ketua Parpol itu yakni, Ketua DPC PDI Perjuangan, Ciryllus; Ketua DPC Partai Demokrat, Frans Adisius Aheng; dan Ketua DPD Partai Golkar, Marwan.

Ketika dikonfirmasikan ke salah satu Ketua Parpol besar itu, Frans Adisius Aheng, ia mengaku memang tidak melakukan pendaftaran sebagai Bacaleg pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

"Yang pasti kalau saya tidak daftar, itukan bukan keharusan ketua partai. Ketua partai inikan diberikan tugas untuk membesarkan partai,” ucapnya.

Menurut dia, kalau partai sudah besar, tentu akan ada figur-figur yang melirik Partai Demokrat. “Sebut saja seperti Pilgub Kalbar lalu. Kita mengusung Bupati Landak, Karolin Margret Natasa untuk bertarung dalam Pilgub Kalbar itu," katanya.

Dia mengatakan, target dirinya memegang Partai Demokrat Landak, bukan hanya jadi anggota DPRD atau menjadi unsur pimpinan di lembaga legislatif.

"Target kita membesarkan partai, membangun Landak melalui Partai Demokrat agar betul-betul pembangunan itu bisa berjalan dengan baik. Dalam Pileg 2019 ini, kita menargetkan meraih minimal delapan kursi," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Landak, Marwan. "Alasan saya mengapa tidak mencalonkan diri, hanya satu. Alasan itu yakni, saya akan menjalankan roda kepemimpinan DPD Partai Golkar Landak," ujarnya.

Pada Pileg tahun 2019 mendatang, Partai Golkar Landak akan menargetkan tujuh kursi di DPRD Landak. "Itu juga menjadi alasan saya mengapa tidak mencalonkan diri. Sebab, saya menjadi Ketua DPD Golkar Landak yakni untuk meningkatkan raihan jumlah kursi di DPRD Landak, bukan menjadikan Marwan duduk di legislatif," katanya.

Besar Harapan Masyarakat

Sejumlah harapan disampaikan masyarakat kepada para Bacaleg Landak yang sudah mendaftar ke KPU. Harapan utama yang disampaikan yakni bisa menciptakan pelaksanaan Pileg 2019 yang aman, damai dan demokratis.

"Saya berharap agar semua Caleg bisa menjaga situasi agar tetap kondusif dalam pelaksanaan Pemilu legislatif 2019 mendatang,” kata salah satu masyarakat, Fransiskus.

Para Caleg harus bisa mengedepankan kejujuran dan memiliki sikap yang profesional serta selalu memikirkan kepentingan masyarakat ketika sudah duduk di legislative. Selain itu, Bacaleg bisa memperjuangkan kepentingan rakyat saat mereka duduk di kursi DPRD Landak nanti.

"Anggota legislatif harus dekat dengan masyarakat. Jangan hanya ketika hendak mencalonkan diri, mereka baru mendekati masyarakat. Sebab, hal ini masih terjadi hingga saat ini," katanya.

Apalagi menjelang Pileg 2019 ini sambungnya, banyak Caleg yang mulai mendekati masyarakat untuk mencari simpati masyarakat.

"Itu sah-sah saja dalam pelaksanaan demokrasi. Tapi jangan pula setelah duduk di legislatif, mereka malah melupakan rakyat yang sudah mengantarkannya duduk di kursi empuk," kritiknya. (dvi/ang)