Begini Penyebab Kenaikan Harga Komoditas Sembako di Nanga Pinoh

Melawi

Editor sutan Dibaca : 1333

Begini Penyebab Kenaikan Harga Komoditas Sembako di Nanga Pinoh
AMBLAS- Truk ekspedisi pengangkut sembako amblas saat melewati ruas jalan di Melawi, beberapa waktu lalu. (ist)
NANGA PINOH, SP- Kerusakan ruas jalan di jalan Pinoh-Kota Baru,  telah membuat harga barang mengalami kenaikan. Pasalnya, truk ekspedisi kerap berjibaku dengan lubang dan lumpur, bahkan sempat menginap pada jalur tersebut.

“Bagaimana tidak, angkutan barang dari Nanga Pinoh hanya bisa sampai di Sayan, kemudian dari Sayan menuju Kota Baru diangkut secara estapet lewat jalur sungai menggunakan sampan,” kata Usmar, warga Kota Baru kepada Suara Pemred, Selasa (7/2). 

Dia menyebutkan  komoditas sembako yang mengalami kenaikan harga diantaranya beras dari Rp 120 ribu menjadi Rp 126 ribu per 10 kilogram, gula semula Rp 14 ribu per kilogram Rp 18 ribu, gas elpiji 3 kg dari Rp 25 ribu naik menjadi Rp 35 ribu.

"Masyarakat memahami kondisi yang menyebabkan harga barang tersebut naik, bahkan mereka menganggap hal tersebut memang sudah sewajarnya terjadi," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Melawi, Alexander, mengimbau para pedagang yang ada diseluruh Kabupaten Melawi, supaya tidak terlalu tinggi menaikkan harga barang, khususnya terhadap harga barang produk sembilan bahan pokok.

Menurut Alex, kenaikan harga tetap disesuaikan dengan ongkos angkutan yang telah dikeluarkan. Tapi jangan sampai para pedagang terlalu menekan harga-harga barang yang cukup melambung tinggi.

"Bulan ini, kami telah merencanakan sidak pasar, terhadap harga-harga sembako maupun produk-produk yang dikonsumsi, seperti makanan kaleng dan minuman kaleng yang mungkin sudah kadaluarsa," ucapnya.

Sementara, anggota DPRD Melawi dapil III (Sokan, Tanah Pinoh dan Sayan), Abang Ahmaddin mengatakan untuk menormalisasi harga kebutuhan pokok, jalan satu-satunya hanyalah dengan memastikan bahwa akses menuju Kota Baru dan Sokan tidak lagi terputus seperti saat ini.
   

“Kita berharap anggaran dari pemprov bisa ditingkatkan
,  sehingga kerusakan parah pada jalan ini bisa diperbaiki secara permanen. Mengingat perbaikan yang dilakukan sekarang ini hanya sekedar untuk fungsional semata, agar bisa dilalui kendaraan,” katanya. (eko/mul)
   

Baca Juga:
Ini Penjelasan Kapolresta Soal Kasus Lurah Zahrul
Kisah Cerobong Asap Milik Kapal Portugis di Sekadau
Dandim 1204/ Sanggau: Setiap 25 Hektare Langsung Tanam