Soal Bangunan Sekolah Rusak, Kadis: Kuncinya di Dapodik

Melawi

Editor sutan Dibaca : 5790

Soal Bangunan Sekolah Rusak, Kadis: Kuncinya di Dapodik
RUSAK- Salah satu lantai yang jebol di ruang belajar SDN 02 Boli Pintas. (SP/Ist)
NANGA PINOH, SP-  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Melawi, Joko Wahyono mengakui program  rehab untuk SD dan SMP memang ada dalam anggaran dinas pendidikan tahun ini. Untuk rehab sekolah akan didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Untuk dana DAU, mungkin dari pokok pikiran DPRD. Hanya sekarang belum kita lihat, karena penjabaran APBD kita belum ada. Sampai sekarang kita menunggu,” katanya.

BERITA TERKAIT:
Bangunan SDN 02 Boli Pintas Rusak Berat, Perumahan Guru Nyaris Ambruk

Menurut Joko, untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, agar kepala sekolah harus bisa mendata hal tersebut melalui data pokok pendidikan (dapodik) dengan benar. Dari data tersebut, akan terekam di pusat dan kemudian dianggarkan perbaikannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).


“Karena kita sekarang juga tak bisa sembarangan menentukan sekolah-sekolah yang mendapat anggaran DAK itu. Kuncinya di dapodik. Dinas juga bisa menentukan, tapi pusat akan lebih cocok kalau lewat dapodik karena dianggap data yang paling kuat dan paling jujur,” ungkapnya.

Joko menuturkan  diperlukan kemampuan sekolah dalam menyampaikan data secara benar, termasuk soal berapa bangunan yang rusak. Seperti misalnya laporan kerusakan ringan, sedang dan atau berat. Semuanya dimasukkan ke dalam dapodik.

“Karena keterbatasan dana, maka kita tak bisa selesaikan semuanya dalam setahun. Skala prioritas yang kita utamakan. Jadi bergilir sekolah yang akan direhab,” terangnya.

Joko menyebutkan DAK Pendidikan 2017, Kabupaten Melawi mendapat alokasi kurang lebih Rp19 miliar. Anggaran ini nanti akan diarahkan untuk pembangunan fisik maupun non fisik di sektor pendidikan.
“Persentasenya bisa 50-50 atau 40-60. Tergantung kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. (eko/ang)