q Suara Pemred − Pemkab Rencana Bangun SD di Eks Stadion MTQ

Pemkab Rencana Bangun SD di Eks Stadion MTQ

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 677

Pemkab Rencana Bangun SD di Eks Stadion MTQ
Lokasi Pembangunan - Bupati Melawi saat meninjau eks Stadion MTQ Nanga Pinoh. Tak hanya puskesmas, pemerintah berencana untuk membangun sekolah dasar di lokasi ini.
NANGA PINOH, SP – Selain akan mendirikan Puskesmas Rawat Inap Melawi, Pemkab Melawi juga akan mendirikan bangunan Sekolah Dasar (SD) di lahan eks Stadion MTQ.  Bangunan SD rencananya akan dibuat besar karena akan menampung murid dari dua sekolah, yakni SDN 5 dan SDN 11 Nanga Pinoh yang akan dipindahkan ke bangunan sekolah ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono yang ditemui saat meninjau lahan eks Stadion MTQ bersama Bupati Melawi belum lama menerangkan, perencanaan pembangunan sudah mulai dilakukan tahun ini.

“Rencanannya akan dibangun tahun 2018, seandainya ada dana atau biaya untuk melaksanakannya,” katanya. Dipaparkan Joko, karena ini merupakan penggabungan dua sekolah, maka nantinya sekolah yang dibangun masuk dalam tipe menengah. Bangunan sekolah akan terdiri dari 12 ruang kelas, satu perpustakaan, satu kantor, toilet guru dan siswa serta berbagai kebutuhan ruang lainnya.

“Diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp5 sampai 6 miliar,” katanya. Pemindahan dua SD memiliki alasan kuat, menurut Eko, sekolah tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan karena berdampingan dengan pasar, dan lingkungan sekitar sekolah sudah tak sehat. “Selain ribut, juga bau pasar mengganggu konsentrasi siswa. Karena itu, sudah lama dipertimbangkan agar dua SD itu dipindahkan ke lokasi lain,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala SD Negeri 11 Nanga Pinoh, Saleh menyatakan soal wacana relokasi memang sudah berkali-kali dilontarkan Pemkab Melawi. Menurut dia, pihak sekolah siap dipindahkan.
“Sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal) sekolah dasar harusnya maksimal berjarak tiga kilometer dari pemukiman. Maka lokasi baru jangan lebih jauh dari lokasi sekarang. Kita juga siap pindah, kalau gedungnya sudah jadi dulu. Kita tak mau ditumpangkan ke sana kemari,” katanya.

Saleh mengatakan kalau sekolah yang baru belum tersedia, maka tak akan ada titik temu untuk wacana relokasi tersebut. Orangtua siswa pasti akan keberatan sekolah dipindahkan. “Kalau sudah ada gedung baru, ya silakan sekolah lama ini dibongkar. Kalau belum ada, bagaimana nanti proses belajarnya,” katanya. (eko/jee)