Operasi Zebra di Melawi Tergetkan Pelanggaran Kasat Mata

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 611

Operasi Zebra di Melawi Tergetkan Pelanggaran Kasat Mata
Imbauan - Satlantas Polres Melawi memasang baleho imbauan Operasi Zebra Kapuas dengan target pelanggaran di persimpangan lampu merah Tugu Juang Nanga Pinoh
NANGA PINOH, SP – Operasi Zebra  akan digelar dua pekan kedepan. Dimulai sejak Selasa (1/11) ini, operasi yang mengedepankan penindakan pelanggaran dengan tilang ini menarget pada pengguna kendaraan yang tidak dilengkapi surat menyurat hingga pelanggaran yang bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana seusai apel gelar pasukan operasi zebra di Polres Melawi, Selasa (1/11) menerangkan, operasi digelar serentak di seluruh Indonesia. Namun target dan sasarannya berbeda-beda di tiap daerah.

“Kalau untuk Melawi, kita menargetkan pelanggaran kasat mata serta pelanggaran lalu lintas yang bisa menyebabkan kecelakaan fatal seperti menerobos lampu merah, melawan arah atau tak menggunakan helm,” terangnya.

Aang melanjutkan, target utama operasi untuk menurunkan angka pelanggaran serta tingkat kecelakaan lalu lintas. Berbeda dengan operasi simpatik, operasi zebra Kapuas lebih mengedepankan penindakan hingga 80 persen.

“10 persen preemtif dan 10 persen lagi sisanya prefentif,” terangnya.

Pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas, lanjut Aang akan dilaksanakan selama 1 hingga 14 November mendatang. Pelanggaran seperti tidak memiliki surat menyurat (SIM dan STKN) serta kelengkapan seperti spion tak ada, hingga penggunaan knalpot racing yang tak standar akan langsung ditindak di lapangan.

“Ada beberapa titik yang rentan dengan pelanggaran seperti simpang lampu merah tugu Juang hingga simpang Lokamas. Tak hanya menggelar operasi, dalam operasi ini kita juga akan mengurai kemacetan di dalam pasar,” jelasnya.

Dalam operasi ini, Satlantas, tambah Aang juga menargetkan penertiban terhadap balapan liar yang kian marak dan mengkhawatirkan masyarakat. Selain itu juga, operasi ini akan menyasar pada para pelajar yang masih membawa motor ke sekolah namun tak memiliki surat izin mengemudi.

“Nanti kita akan kumpulkan ketua dan pengurus OSIS SMP dan SMA dengan difasilitasi dinas pendidikan. Kita akan sosialisasikan soal larangan ini. Sekarang memang kita represif, artinya harus menindak bila ada pelanggaran,” tegasnya.

Satlantas tak akan bekerja sendiri dalam operasi zebra, namun juga berkoordinasi dengan POM TNI, Dinas Perhubungan serta Satpol PP. Kepala Subdenpom 1213 Melawi, Iptu D Hutagalung menegaskan, pihaknya siap mendukung pelaksanaan Operasi Zebra.

“Kita siap mendampingi Satlantas dalam melaksanakan operasi ini. Lagipula dalam beberapa operasi lainnya kita juga sudah terbiasa bersama ikut dalam menggelar giat rutin seperti ini. Di jalan raya ini memang tak hanya sipil, tapi juga ada militer yang mengendarai kendaraan, karena itu perlu ada koordinasi lintas sektoral,” katanya.

Operasi Zebra pada 2016 lalu, Polres Melawi menjaring 1.154 pelanggaran lalu lintas dan mengeluarkan 673 surat tilang. Pelanggaran tertinggi yakni kelengkapan berkendara, tidak menggunakan helm dan
tidak membawa surat menyurat. (eko)