Satlantas Polres Melawi Gelar Program Go To Kampung

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 224

Satlantas Polres Melawi Gelar Program Go To Kampung
IMBAUAN - Kasat Lantas Polres Melawi AKP Aang Permana bersama anggotanya memasang imbauan peringatan pengendara di Tugu Juang Nanga Pinoh, Selasa (6/3). (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP – Polres Melawi sudah memulai rangkaian Operasi Terpusat Keselamatan 2018. Operasi yang mengedepankan tindakan preemtif serta preventif ini lebih banyak memberikan penyuluhan, agar masyarakat tertib berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana mengatakan operasi yang dahulu biasa disebut Operasi Simpatik ini akan berjalan selama 21 hari ke depan, yakni hingga 25 Maret. Menurut dia, cukup banyak yang menjadi sasaran dalam operasi ini nantinya.

“Orang yang melanggar lalu lintas, yang tak pakai helm, menerobos traffic light, serta melanggar rambu, pengendara di bawah umur. Ini semua menjadi sasaran untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” terang dia, Selasa (6/3).

Aang mengungkapkan, walaupun mengedepankan teguran dan sosialisasi, Satlantas tetap akan memberikan tindakan langsung (Tilang) bila ada pelanggaran yang bersifat fatal. Misalnya tak pakai helm atau melawan jalur dan balapan liar.

Pada Selasa kemarin, Satlantas melakukan pemasangan baliho imbauan masyarakat agar menaati aturan lalu lintas. baliho ini dipasang di persimpangan Tugu Juang Nanga Pinoh sehingga bisa dilihat pengendara saat berhenti di lampu lalu lintas.

“Di persimpangan ini kami anggap efektif dan paling gampang karena banyak dilihat orang. Dan di persimpangan Tugu Juang juga selama ini rentan dengan pelanggaran. Ini contoh kegiatan preemtif,” paparnya.

Kemudian, dalam operasi ini, pihaknya juga akan banyak melakukan penyuluhan. Sasarannya salah satu masyarakat yang ada di kampung melalui program Polantas Go To Kampung.

“Karena kalau dievaluasi selama ini, banyak pelanggaran oleh masyarakat dari kampung. Banyak masyarakat kita yang tidak memahami peraturan berlalu lintas, dan pelanggaran ini muncul karena ketidaktahuannya. Maka itu perlu ada penyuluhan masyarakat ke desa,” terangnya.

Begitu juga dengan pelanggaran terkait pengendara yang masih di bawa umur. Aang mengatakan, nanti Satlantas akan bekerja sama dengan Disdikbud, sekolah hingga komite untuk bersama mencari solusi terhadap pelajar yang membawa kendaraan.

“Untuk hal ini, nanti kita juga akan perbanyak sosialisasi melalui media sosial. Karena untuk kalangan generasi zaman now, media sosial menjadi alat yang paling popular,” katanya.

Satlantas juga tetap menjalankan pengaturan lalu lintas secara umum seperti pada pasar yang kerap menimbulkan kemacetan karena keberadaan parkir kendaraan tak teratur serta aktivitas bongkar muat barang.

“Termasuk patroli rutin pada tempat-tempat rawan kecelakaan, dan jalur tertib lalu lintas,” pungkasnya. (eko/ang)