Kalbar Rentan Isu Suku dan Agama

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 518

Kalbar Rentan Isu Suku dan Agama
Nanga Pinoh, SP – Berita bohong (hoax)  berpotensi menciptakan konflik. Kalimantan Barat rentan isu suku dan agama.  

Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Polres Melawi, Kompol Jajang, saat membuka diskusi pencegahan penyebaran berita hoax, kampanye hitam, serta isu SARA di media sosial, di Nanga Pinoh, Rabu (26/9).  

“Dalam sepekan, tim cyber Mabes Polri menemukan 3.500 berita hoax. Baik yang bersifat politik atau sosial masyarakat. "Jangan sampai ada isu seperti penculikan anak, sampai ada korban salah sasaran yang meninggal seperti yang terjadi di beberapa kabupaten di Kalbar,” katanya.   

KBO Sat Reskrim Polres Melawi, Ipda Widaya mengatakan  ujaran kebencian dapat memunculkan kerusuhan. “Ujaran kebencian bisa mendorong kebencian kolektif, utamanya dalam unsur SARA. Aparat selalu mengedepankan solusi damai. Kalau tidak terjadi kesepakatan, baru dilakukan penegakan hukum.”  

Widaya mengungkapkan, salah satu berita bohong yang terjadi di Melawi beberapa waktu lalu adalah beredarnya video bunuh diri bidan. Warga Melawi heboh, karena disebut lokasi kejadian di Desa Sidomulyo, Nanga Pinoh.  

“Polres Melawi sudah mengklarifikasi, kasus tersebut terjadi di Rokan Hulu, Provinsi Riau. Polsek sampai capek mencarinya. Ternyata itu tidak terjadi di  sini,” kata Widaya.  

Camat Nanga Pinoh, Daniel menyarankan agar penegakan hukum terhadap pembuat  dan penyebar hoax harus diutamakan. “Kami minta Kominfo Kabupaten Melawi bisa ikut mengklarifikasi bila ada berita hoax.”  

Diskusi mencegah penyebaran berita bohong menjelang pemilu, dihadiri sejumlah kepala desa, camat, Koramil, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, agama hingga media massa. (eko)