Separo Desa di Melawi Gelap Gulita

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 164

Separo Desa di Melawi Gelap Gulita
Nanga Pinoh, SP - Nyaris separo desa di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat wargannya terpaksa hidup dalam kegelapan. Mengandalkan genset bagi yang mampu, dengan mengeluarkan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah perbulan hanya untuk mendapatkan penerangan di malam hari.  

Siyondi warga Dusun Sebaju, Desa Kebebu, mengaku sudah puluhan tahun tinggal di dusun itu tapi sampai sekarang jaringan listrik PLN tak juga masuk. Padahal Sebaju hanya berjarak setengah jam perjalanan dari Kota Nanga Pinoh, Ibu Kota Kabupaten Melawi.   

“Berkali-kali kami mengusulkan jaringan listrik namun tak juga terealisasi sampai saat ini. Padahal, kami masih masuk dalam Kecamatan Nanga Pinoh,” kata Siyondi, Selasa (2/10).  

Di Sebaju, sebagian rumah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bantuan pemerintah pusat. Pembangkit ini hanya mampu menghidupkan 3 buah bohlam ukuran 3  watt di tiap rumah.  

“Yang hidup di dalam dusun, maupun di tepi jalan Pinoh-Ella nasibnya sama. Kalaupun pakai genset, pengeluarannya lumayan besar. Untuk menyalakan listrik 4 jam saja biisa habis 1 sampai 2 liter per malam. BBM per liter Rp 11 ribu. Jadi sebulan yang hanya nyala malam sampai jam 10 itu bisa habis Rp 700 ribuan. Belum lagi kalau full sampai pagi lebih besar biaya,” ujar Siyondi.  

Siyondi yang juga menjabat Ketua BPD Kebebu berharap pemerintah merealisasikan jaringan listrik ke dusunnya. Disaat warga desa lain dapat menikmati listrik 24 jam, mereka sampai saat ini justru hidup dalam kegelapan.  

“Kami tak terlalu memikirkan dari mana sumber daya pembangkit listrik ini. Yang penting kampung kami bisa merasakan listrik PLN.” (eko)