PDAM Melawi Kesulitan Sumber Air

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 237

PDAM Melawi Kesulitan Sumber Air
Nanga Pinoh, SP – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Melawi kesulitan mendapat sumber air bersih. Selama ini PDAM Tirta Melawi mengandalkan air Sungai Pinoh yang kerap kering saat kemarau.  

Direktur PDAM Tirta Melawi, Agus Darius saat peringatan HUT PDAM Tirta Melawi mengatakan, ada 2 sumber air bersih yang dapat diolah untuk dialirkan ke pelanggan.  

Satu dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM di Tanjung Lay dan Serundung yang keduanya juga bersumber dari Sungai Pinoh. Satu lagi melalui jaringan air bersih Pancur Aji. “Namun saat kemarau, debit air justru nol. Jauh dari estimasi awal yang katanya berkapasitas 50 liter per detik,” kata Agus Darius, Minggu (7/10).  

Ketergantungan pada instalasi pengolahan air membuat biaya operasional perusahaan milik daerah itu bengkak. Air dari Sungai Pinoh harus disedot menggunakan pompa yang mengandalkan listrik PLN. Distribusi juga menggunakan pompa listrik sehingga iuran PLN  per bulan mencapai Rp 94 juta. “Belum lagi bahan kimia untuk pengolahan air di IPA, operasional PDAM semakin besar disana,” katanya.  

Opsi mencari sumber air baku PDAM harus dilakukan. Salah satu yang pernah disurvei adalah air terjun Cahay Sebelas di kecamatan Ella Hilir.   Kapasitas air terjun Cahay Sebelas mencapai 500 liter per detik. Ini dianggap cukup untuk kebutuhan pelanggan PDAM di Melawi.  

“Hitungan sementara yang sudah direncanakan beberapa tahun yang lalu, dengan jarak tempuh kurang lebih 80 km dibutuhkan sekitar Rp 150 miliar. Dana pemerintah daerah mungkin terbatas, tapi melalui pemerintah daerah bisa menyampaikan ke pusat. Sehingga nanti melalui APBN pembangunan fasilitas ini bisa dilaksanakan,” kata Agus Darius.  

PDAM Melawi saat ini memiliki 7.200 pelanggan yang tersebar di Nanga Pinoh dan kecamatan tetangga. Jika pasokan air ditambah, diproyeksikan mampu menambah jumlah pelanggan hingga 40 ribu.  

“Kalau jaringan air bersih Cahay Sebelas bisa dibangun, 10 atau 20 puluh tahun kedepan itulah sumber air bersih kita. Dan ini bisa untuk investasi jangka panjang,” ujar Agus Darius. (eko)