Anggaran Tahap Awal Pembangunan Pelabuhan Internasional di Mempawah Rp 5 Triliun

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1542

Anggaran Tahap Awal Pembangunan Pelabuhan Internasional di Mempawah Rp 5 Triliun
Bupati Mempawah, Ria Norsan menunjukkan gambar lokasi pembangunan Pelabuhan Internasional di kawasan Pantai Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit kepada Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) saat reses, beberapa waktu lalu. (Suara pemred/ruben permana)
MEMPAWAH, SP – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mempawah, Suharjo Lie mengungkapkan bahwa anggaran tahap awal pembangunan Pelabuhan Internasional (PI) di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah sebesar Rp 5 triliun. "Besaran anggaran untuk tahap awal pembangunan Pelabuhan Internasional sekitar Rp 5 triliun, dan itu tak menggunakan dana APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), namun menggunakan dana dari PT Pengembang Pelabuhan Indonesia," katanya, Minggu (24/4).

Pihaknya terus menyiapkan segala kelengkapan dokumen dari Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan) sampai pada soal pembebasan tanah.
"Diperkirakan pembebasan tanah sekitar 200 hektare, dan nantinya akan ditambah lagi sekitar 5.000 hektare untuk kawasan zona ekonomi," jelasnya.

 Menurutnya, pembangunan pelabuhan laut dalam di kawasan Pantai Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit itu ini tetap sesuai rencana, meskipun ada beberapa pejabat publik yang meragukan keberhasilannya.

 "Namun banyak juga yang mendukung terkait pembanguna  Pelabuhan Internasional ini,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan PI ini sepertinya akan mengancam keberadaan pelabuhan-pelabuhan bertaraf besar sebagai masuk dan keluarnya barang dalam skala besar pula.

 "Setidaknya pelabuhan seperti Pelabuhan Tanjung Pelepas, Pelabuhan Bintulu (terletak di Malaysia) dan Pelabuhan Belawan (terletak di Medan) dan beberapa pelabuhan lainnya merasa terancam,” katanya.

 Dikatakan, dengan adanya PI, diharapkan bisa mengurangi cost (biaya) harga barang-barang yang akan masuk ke wilayah Kalimantan Barat. "Jadi,biasanya barang-barang yang masuk di Kalimantan ini mahal disebabkan dalam penyalurannya harus mengantre. Itu yang biasanya membuat cost-nya menjadi tinggi.

Namun jika ada pelabuhan (PI) ini, tentunya cost terhadap harga barang tersebut tak ada lagi, dan harganya akan lebih murah," jelasnya.

Sementara Bupati Mempawah, Ria Norsan mengatakan, pembebasan tanah untuk pembangunan PI yang berada di kawasan Pantai Kijing diperkirakan sekitar Juni 2016 mendatang. "Kita berharap Juni 2016 ini sudah selesai mengenai pembebasan tanah yang berjumlah sekitar 200 hektare," katanya.

Jika tanah seluas 200 hektar tersebut sudah dibebaskan, kata Norsan, maka akan langsung dilanjutkan dengan groundbreaking pelabuhan. Sementara luas yang disiapkan yakni 1.350 hektare yang terdiri atas tujuh desa. "Namun dari pusat ada juga meminta 500 hektare untuk membuat kawasan ekonomi khusus," katanya. (ben/bah)