Kelong Apung Surutkan Hasil Tangkapan Ikan

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 741

Kelong Apung Surutkan Hasil Tangkapan Ikan
KELONG APUNG – Aktivitas nelayan kelong apung di perairan Mempawah resahkan nelayan tradisional. Mereka mengeluh, bila sebelumnya memperoleh hasil tangkapan 100 kilogram, namun kini hanya 20 kilogram. Net
Nelayan tradisional di kawasan Pelabuhan Kuala Mempawah mengeluh. Pasalnya tangkapan ikan mereka berkurang drastis pasca masuknya nelayan kelong apung di wilayah perairan tempat mereka biasa melaut. 

Satu di antara nelayan, Arifin (51) mengaku, masuknya nelayan kelong apung sudah beberapa bulan lalu. Padahal berdasarkan aturan, kelong apung hanya boleh beraktifitas di wilayah perairan 12 mil dari bibir pantai.

“Sudah beberapa bulan lalu. Mereka melaut tak sesuai batas. Mereka sudah melaut di wilayah nelayan tradisional,” kata Arifin, Kamis (14/9).

Aktivitas nelayan kelong apung sejatinya boleh dilakukan. Namun sepanjang tidak mengganggu wilayah nelayan tradisional yang umumnya berada di kisaran lima mil dari bibir pantai. Akibatnya tentulah menganggu penghasilan nelayan tradisional. Menurut Arifin, kelong apung yang kecil atau pun besar beroperasi seperti pukat trawl, artinya semua jenis ikan dapat masuk.  
“Saking merosotnya, penghasilan kami hanya cukup untuk beli minyak,” ungkapnya.
Jika dibandingkan, sebelum masuknya nelayan kelong apung, Arifin bersama nelayan lain dapat memperoleh sekitar 100 kilogram ikan untuk sekali turun. Namun sekarang hanya 20 kilogram atau menyusut hampir 80 persen. 

Di sisi lain, keluhan nelayan tradisional kepada pemerintah atau pihak-pihak terkait sudah pernah dilakukan. Namun tidak ada tanggapan berarti. Buktinya kelong apung masih marak terjadi.

“Bahkan kami duga ada permainan. Karena kelong apung masih saja ada di perairan di mana kami biasa melaut,” tuturnya.
Namun para nelayan tradisional masih belum ingin melakukan tindakan sendiri. Mereka khawatir nanti malah semakin disalahkan. Kini mereka hanya bisa pasrah. 

“Pemerintah ini bukannya malah menambah lapangan pekerjaan tapi semakin menyulitkan. Kami kehilangan mata pencaharian,” kesalnya.

Kepala Bidang Perikanan DPKP2 Mempawah, Teddy Prawoto mengatakan, izin tangkap nelayan kelong apung dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang dikuatkan dengan pemerintah provinsi. Namun memang terkait operasinya di 12 mil dari bibir pantai dan empat sampai 12 mili untuk aturan provinsi.

“Sudah sering kami sampaikan keluhan nelayan tradisional di sini,” ucap Teddy. 

Teddy membenarkan, kelong apung mirip pukat trawl yang artinya semua jenis dan ukuran ikan dapat terperangkap. Namun untuk dikatakan sama, perlu dilakukan kajian lebih jauh.

“Mereka beroperasi dengan menggunakan lampu 200 watt. Di mana ikan akan mengejar cahaya lampu tersebut,” ucapnya. 

Terkait banyak keluhan, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak diminta rutin melakukan pengawasan.

Tokoh masyarakat Mempawah, Mulyadi Jaya menilai, wajar bila nelayan tradisional mengeluh akibat maraknya nelayan kelong apung di perairan dekat pantai. “Jika melanggar aturan harusnya segera ditindak tegas. Tangkap bila perlu,” ucapnya. (ruben permana/ang)

Komentar