Pengedar Narkoba Intai Mempawah

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 550

Pengedar Narkoba Intai Mempawah
Ilustrasi

Dampak Negatif Kota Penyangga 


Kasat Narkoba Polres Mempawah, Iptu Rizal
Dari 14 kabupaten dan kota, Mempawah masuk di beberapa peringkat di atas. Hanya kalah dari Pontianak dan Sanggau

MEMPAWAH, SP – Menyandang sebagai daerah penyangga Kota Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, ternyata berdampak tidak mengenakan bagi Kabupaten Mempawah. Pasalnya Bumi Opu Daeng Manambon ini masuk di antara daerah-daerah di Kalbar dengan jumlah peredaran narkoba terbesar.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Mempawah, Iptu Rizal mengatakan, jumlah peredaran narkoba di Mempawah disinyalir hanya kalah dengan Kota Pontianak dan Kabupaten Sanggau.   

“Dari 14 kabupaten dan kota, Mempawah masuk di beberapa peringkat di atas. Hanya kalah dari Pontianak dan Sanggau,” kata Rizal kepada Suara Pemred, Minggu (1/10).

Menurut dia, memang ada beberapa kecamatan yang dianggap sebagai zona merah peredaran narkoba. Di antaranya adalah Kecamatan Mempawah Hilir, Sungai Pinyuh dan Anjongan.

“Kenapa tiga daerah itu, karena sebagaian besar pengungkapan kita lakukan di sana. Namun tidak menutup kemungkinan kecamatan lain juga ada,” ucapnya.

Penanganan dan penanggulanan bahaya narkoba memang telah difokuskan pada daerah-daerah yang dianggap rawan tersebut. Selain melalui penindakan, kepolisian juga melakukan sosialisasi peredaran narkoba dengan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah. 

Lalu kenapa Mempawah masuk dalam daerah peredaran narkoba? Rizal menjelaskan, hal itu karena keberadaan
Mempawah sebagai kota penyangga Kota Pontianak. Selain itu jarak tempuhnya juga tidak terlalu jauh sehingga mudah menyalurkan barang haram tersebut.

Maka dari itu, kepolisian mengajak semua pihak baik pemerintah daerah dan semua kalangan masyarakat ikut andil dalam membantu mengawasi dan melaporkan setiap informasi-informasi yang ada terkait narkoba.

Sebelumnya, pengungkapan perkara oleh kepolisian terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau narkoba di Mempawah sepanjang tahun 2017 ini tercatat sebanyak 26 kasus. Menurut data tersebut, dua kecataman yang paling rawan berada di Sungai Pinyuh dan Anjongan.  

“Berdasarkan data kita, sepanjang tahun ini sebanyak 26 kasus narkoba telah ditangani Satnarkoba Polres Mempawah. Dan paling dominan berada di Sungai Pinyuh serta Anjongan,” kata Paur Humas Polres Mempawah, Ipda Imam Widhiyatmoko, kemarin.  

Maka dari itu Imam mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian bila menemukan aktifitas penggunaan narkoba di lingkungan masing-masing, agar segera dapat ditindak lanjuti.

“Kepada semua pihak yang mengetahui di kawasannya ada peredaran narkoba bisa segera memberikan informasi kepada pihak Polres Mempawah,” ujarnya.

Bupati Mempawah Ria Norsan mengatakan, menyerukan hidup sehat bagi warganya. Salah satu agar hidup sehat adalah dengan tidak mengkonsumsi narkoba.

“Sehingga kebugaran tubuh dapat terus terjaga dengan baik. Jika tubuh kita sehat, maka aktivitas sehari-hari pun bisa dikerjakan dengan lancar,” kata Norsan.

Norsan berujar saat ini sedang perang dengan peredaran gelap narkoba. Salah satu sasarannya, para generasi muda. Maka dari itu, diingatkan para generasi muda di Kabupaten Mempawah agar jangan pernah mencoba-coba narkoba. 

“Karena narkoba hanya akan merusak badan, fikiran dan masa depan. Bahkan, narkoba bisa membuat manusia menjadi belahau,” tegasnya.

Kepala BNNK Mempawah, AKBP Abdul Haris Daulay pemerintah daerah beserta jajarannya sampai tingkat desa dapat memberikan pemahaman bahaya narkoba kepada warga.

“Karena memang, mengatasi narkoba harus melibatkan semua pihak. Baik itu kepolisian, instansi pemerintah dan masyarakat umum,” kata Daulay.

Daulay juga berkeinginan, ke depan perlu adanya suatu program khusus pencegahan narkoba yang melibatkan instansi kecamatan hingga desa maupun kelurahan. Setelah adanya kerja sama seperti ini, diharap di waktu yang akan datang Mempawah terbebas dari pengaruh narkoba.

“Dengan demikian akan adanya kesamaan visi dan masyarakat mendapat pengetahuan terkait bahaya penggunaan narkoba,” tuturnya. (ben/ang)

Komentar