Pelapor Dugaan Ujaran Kebencian Siap Diperiksa Penyidik Polres Mempawah

Mempawah

Editor Indra W Dibaca : 767

Pelapor Dugaan Ujaran Kebencian Siap Diperiksa Penyidik Polres Mempawah
Muhammad Agus usai melaporkan dugaan ujaran kebencian di media sosial. (SP/Ben)
MEMPAWAH,SP - Sekretaris Gerakan Cinta Masjid (GCM) Kabupaten Mempawah, Muhammad Agus mengaku siap memberikan kesaksian di Polres Mempawah terkait kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) di media sosial.
"Saya selaku pelapor siap dipanggil jika dibutuhkan oleh Penyidik Polres Mempawah. Bahkan saya siap lahir batin diperiksa penyidik,” katanya, Selasa (12/6).

Hal itu disampaikannya untuk menanggapi beredarnya informasi di media sosial bahwa dirinya masuk dalam daftar panggil sebagai saksi, dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang saat ini sedang dalam proses penyidikan polisi.

"Jadi, selama saya ada waktu dan berada di Mempawah, maka saya akan kooperatif demi penuntasan kasus ini," katanya.

Meski Agus mengaku hingga saat ini belum ada menerima surat panggilan sebagai saksi oleh penyidik secara resmi, dia berharap agar kasus dugaan ujaran kebencian ini bisa segera tuntas.

“ Karena, Saya sangat berharap kasus ini segera tuntas dan jelas,” katanya.

Polres Mempawah saat ini memang sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap tiga saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial atas akun Fat Kong dan Jonny Handoko.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mempawah, AKP Denny Satria mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pemanggilan terhadap tiga saksi, dimana satu di antaranya adalah saksi pelapor. (ben)