Teror Bom Gereja di Samarinda, Wakil Ketua MPR RI Oesman: Itu Nista

Nasional

Editor Soetana hasby Dibaca : 754

Teror Bom Gereja di Samarinda, Wakil Ketua MPR RI Oesman: Itu Nista
KUTUK BOM GEREJA - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta, Senin (14/11), di Banda Aceh, mengeluarkan pernyataan mengutuk aksi bom gereja di Samarinda. (SP/Ist)
BANDA ACEH, SP – Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengecam aksi pelemparan bom Molotov di depan Gereja Oikumene Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Minggu (13/11) kemarin.

"Itu perbuatan sangat nista dan tercela,” kata Oesman kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (14/11).

Oesman mengatakan umat Islam pun tidak akan menerima aksi teror bom tersebut. “Semua pasti mengutuk dan tidak menerima perbuatan itu.  Umat Islam pun tidak akan menerima perbuatan itu.  Sebab dalam Islam tidak diajarkan perbuatan seperti itu," tegas tokoh politik asal Kalimantan Barat itu.

Dia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia kembali kepada kaidah sebagai bangsa Indonesia yang saling menghormati dam mencintai sesama anak bangsa.

Menurut Oesman, peran serta para tokoh di masyarakat mesti lebih aktif menciptakan suasana sejuk di tengah masyarakat.
 Tercatat lima orangmenjadi  korban dalam peristiwa itu, dengan mengalami luka bakar. Seorang di antara korban, IOM yang masih balita, meninggal dunia.

Tercatat lima orang menjadi  korban dalam peristiwa itu. Seorang di antara korban, Intan Olivia Marbun masih berusia 2,5 tahun, meninggal dunia.

Pihak RSUD AW Sjahranie Samarinda yang merawat korban bom, menyatakan korban yang meninggal dunia akibat menderita  luka bakar cukup parah.  “Luka bakar 78 persen,” ujar Direktur RSUD AW Sjahranie Samarinda Rahim Dinata Majidi. (ang)