OSO Audit Keuangan Hanura untuk Jawab Soal Dana Rp200 Miliar

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 220

OSO Audit Keuangan Hanura untuk Jawab Soal Dana Rp200 Miliar
DUKUNG OSO - Sebanyak 34 Ketua DPD, DPC dan para pendiri Partai Hanura, menyatakan tetap setia mendukung kepemimpinan Oesman Sapta, sebagai Ketum Partai Hanura, Minggu (20/1) malam. (Ist)
JAKARTA, SP - Sejumlah pengurus Partai Hanura kubu Daryatmo bersama kuasa hukumnya mendatangi Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Senin (22/1).

Mereka mengaku hendak melaporkan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang atas dugaan penggelapan dana kas partai sebesar Rp 200 miliar. Namun, menurut Kepolisian, mereka tidak membuat laporan resmi.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Sudewo dan tim kuasa hukumnya hanya duduk-duduk di ruang SPK.
Tidak ada laporan polisi yang dibuat.

"Benar ada pihak yang ingin laporkan OSO. Namun, yang bersangkutan hanya duduk-duduk saja di ruangan SPK," ujar Martinus saat dikonfirmasi, Senin petang.

Selain duduk-duduk, diketahui mereka juga berfoto-foto di ruangan tersebut. Tak lama setelah itu, mereka keluar ruangan tersebut.
Mereka juga tidak berbicara dengan petugas SPK atau berkonsultasi untuk membuat laporan.

"Setelah foto-foto lalu meninggalkan Bareskrim," kata Martinus.

Sementara, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO angkat suara tentang tuduhan pengurus DPP Hanura kubu Marsekal Madya (Purn) Daryatmo kepadanya tentang dugaan penggelapan dana partai senilai Rp200 Miliar.

Menurut OSO, tuduhan tersebut merupakan fitnah karena tidak disertai dengan bukti. "Mereka tidak punya bukti, justru saya punya bukti bahwa mereka punya uang dari peserta kok," kata OSO di Hotel Manhattan, Jakarta, Minggu (21/1) malam. 

OSO dituduh menggelapkan dana partai sejak menjadi Ketua Umum (Ketum) Hanura pada tahun 2016 lalu. Penggelapan dana ini berasal dari calon kepala daerah, dana kesatuan, bangka, dan politik (kesbangpol), dan partisipasi anggota DPRD di sejumlah daerah. Uang tersebut dialihkan ke rekening perusahaan milik OSO, yakni OSO Securities.

OSO menampik semua tuduhan itu dan berencana menunjuk auditor untuk mengecek penerimaan dan pengeluaran partai Hanura periode 2010-2015 dan periode 2015-2020. Audit itu untuk membuktikan bahwa tuduhan kepadanya tidak benar.

"Ini atas permintaan dewan pendiri agar dilakukan audit, saya setuju sekali. Hal yang menjadi fitnah akan menjadi jelas," ungkap OSO.

Tak tanggung-tanggung, ia akan membentuk tim auditor secara internal dan menunjuk tim auditor dari eksternal. OSO sengaja membuat dua tim auditor sekaligus guna memberikan bukti sejelas-jelasnya.

Demi meredakan seluruh persoalan ini, OSO bakal memaparkan hasil audit secepatnya. Namun begitu, ia belum bisa memprediksi kapan hal tersebut akan dilakukan.

Pada saat yang sama, mantan Wakil Sekretaris DPD Hanura periode 2010-2015, Nurman A. Mukmin, angkat bicara, ihwal polemik yang terjadi di tubuh Partai Hanura dan menyeret nama OSO. Nurman,  Direktur Eksekutif OSO Borneo Community mengatakan, dukungan kepada OSO tetap solid sebagai Ketum Hanura. 

"Sebagian besar Pendiri Partai yang tercantum dalam Akta Pendirian Partai bersama 34 DPD, malam ini, Minggu (21/1) malam, telah menyampaikan pernyataan sikap dukungan dan kesetiaan nya kepada OSO," ujar Nurman.  

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh salah seorang Pendiri Partai, mereka meminta agar keuangan partai dilakukan Audit Investigasi secara transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Audit dimaksud mulai periode 2010-2015, dan 2015-2020. Sementara itu, OSO menyambut baik atas dukungan tersebut, dan siap untuk melakukan audit keuangan partai. 

"Kami siap melaksanakan audit, karena audit ini perlu dilakukan agar tidak terjadi fitnah yang selama ini ditujukan kepada nya. Hal ini dilakukan agar jelas dan transparan tentang keuangan partai," kata OSO. 

Menyangkut adanya kader partai yang berbuat salah, melanggar AD/ART partai, OSO mengatakan bahwa mereka tidak paham dengan persoalan yang terjadi. Mereka dihasut oleh orang-orang yang ingin menghancurkan partai, agar Partai Hanura tidak lolos verifikasi dan tidak bisa ikut pemilu. 

Ia meminta agar semua kader bersatu dan kembali ke Partai Hanura. "Kalau ada yang berbuat salah, segera minta maaf dan kembali ke Rumah Besar Partai Hanura, saya pasti memaafkan," kata OSO. (cnn/nam/pas/lis)