Oesman Sapta Hadiri Penganugerahan Doktor Kehormatan Megawati

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 292

Oesman Sapta Hadiri Penganugerahan Doktor Kehormatan Megawati
DHC KE MEGAWATI - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (Doktor Kehormatan) bidang politik pemerintahan dari IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (8/3). (Ist)
BANDUNG, SP - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (Doktor Kehormatan) bidang politik pemerintahan kepada Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (8/3).

Pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada Presiden Ke-5 RI bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati tersebut, bertepatan dengan Hari Wanita Sedunia yang diperingati setiap 8 Maret.

Tak hanya ketua DPD RI Oesman Sapta, Zulkifli Hasan ketua MPR juga hadir dalam acara itu. Para tamu VIP tersebut memasuki ruang Gedung Balairung Jenderal Rudini Kampus IPDN pukul 09.40WIB, sekitar sepuluh menit kemudian upacara penganuherahan dimulai, dengan diawali kedatangan Megawati dengan menggunakan jubah toga diiringi dengan mars IPDN.

Zulkifli tiba di IPDN setelah sebelumnya melakukan perjalanan pada pagi dini hari dari Jakarta, dan tiba di tempat peristirahatan subuh.

Oesman Sapta yang juga Ketua Umum Partai Hanura, dalam kesempatan itu duduk berdampingan dengan Zulkifli Hasan, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Megawati menerima gelar doktor HC dari IPDN atas jasa-jasanya di bidang politik pemerintahan, khususnya selama dia menjabat sebagai Presiden RI kelima.

"Tim promotor telah mempelajari nilai dan mempertimbangkan gagasan, semangat, jasa yang terhormat ibu Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri selama menjabat sebagai Presiden kelima terutama terkait kebijakan strategis politik pemerintahan," ujar Rektor IPDN Ermaya Suradinata, dalam acara sesi penganugerahan doktor HC kepada Megawati, di Kampus IPDN Jatinangor.

Menurut Ermaya, tim promotor telah mempelajari, menilai serta mempertimbangkan bahwa Megawati memiliki sejumlah jasa dan gagasan, sehingga layak menerima gelar doktor kehormatan bidang politik pemerintahan dari IPDN.

Gagasan dan jasa Megawati yang menjadi poin penilaian antara lain selama menjabat sebagai Presiden RI kelima terutama terkait dengan kebijakan strategis dan politik pemerintahan, Megawati telah mendorong tata pemerintahan yang baik melalui dukungan terhadap amendemen UUD 1945.

Megawati juga Presiden RI kelima yang menggagas perlu koridor desentralisasi dalam bentuk grand design otonomi daerah. Selain itu, Megawati telah memberi justifikasi bahwa otonomi daerah perlu diperkuat sebagai pilihan politik pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam penguatan NKRI.

Kemudian Megawati merupakan Presiden Mandataris MPR terakhir yang konsisten menyelesaikan masalah-masalah desentralisasi setelah dilakukan perubahan UU Pemerintahan Daerah.

Megawati selama menjabat Presiden juga konsisten mengatasi masalah yang terjadi sebagai dampak dari berbagai kebijaksanaan yang berlaku pascatuntutan reformasi 1998, terutama saat krisis ekonomi melanda Indonesia.

Megawati juga dipandang sebagai orang yang berjasa membebaskan Indonesia dari jerat utang IMF serta mampu mengatasi gerakan yang berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa, seperti di Aceh, Ambon, dan Papua.

Lebih jauh Megawati juga dinilai telah berjasa melakukan penyatuan lembaga kader Pamong Praja melalui ikatan kedinasan. Kepemimpinan Megawati selama 2001-2004, dipandang telah menanamkan landasan bagi pemerintahan yang akan datang.

Seusai penyampaian pertanggungjawaban itu, prosesi penganugerahan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Rektor IPDN tentang penganugerahan gelar kehormatan kepada Megawati.

Rektor IPDN memutuskan, menetapkan, menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa bidang politik pemerintahan kepada Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri atas jasa dan orientasi dalam bidang penyelengaraan pemerintahan.

Dalam pidatonya, Megawati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran sivitas akademika IPDN.

"Saya ucapkan beribu terima kasih kepada IPDN. Sungguh merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi saya mendapat anugerah gelar doktor honoris causa dari IPDN. Banyak yang memberikan selamat karena saya banyak menerima gelar honoris causa, tapi saya sebetulnya berpikir, makin banyak topi ini sebenarnya makin berat," ujar Megawati.

Adapun Megawati menaruh harapannya agar IPDN dapat terus mencetak kader-kader pamong praja yang nasionalis sesuai dengan tujuan pendiri IPDN yakni Presiden RI pertama Ir Soekarno.

Dalam acara penganugerahan gelar doktor HC itu turut hadir sejumlah tokoh dan petinggi negeri, antara lain mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menko Bidang Pwmbangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Mahfud MD, anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan sejumlah anggota legislatif serta pimpinan lembaga tinggi negara.

Gelar Doktor Honoris Causa dari IPDN tersebut merupakan gelar kehormatan ketujuh yang diterima putri Presiden Soekarno tersebut.

Keenam gelar Doktor Honoris Causa yang telah diterima Megawati, yakni dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001), Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003). Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015), Universitas Padjadjaran (2016), Universitas Negeri Padang (2017) dan Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017). (ant/lis)