Sepucuk Surat untuk Indonesia

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 4345

Sepucuk Surat untuk Indonesia
Hari ini, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Madeleine Odette Lagarde datang mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Berjalan di antara puing-puing sisa gempa, Christine Lagarde menulis sepucuk surat.  

Surat yang ditulis Christine bukan sebagai Direktur IMF, tapi sebagai saksi mata betapa bencana dapat begitu dahsyat menghancurkan peradaban manusia.  

Surat yang berisi empati, sekaligus rasa optimis bahwa bangsa Indonesia akan melalui ini semua dan baik-baik saja.  

Kehormatan luar biasa saya dapat bersama warga Lombok hari ini. Terima kasih untuk keramahan kalian. Duka mendalam kami atas terjadinya bencana di Lombok dan Sulawesi. Hati kami bersama mereka para penyintas, mereka yang kehilangan orang-orang terkasih, dan seluruh rakyat Indonesia.    

Tiga tahun lalu saat kami memutuskan menyelenggarakan pertemuan di sini, kami tidak menyangka bahwa Indonesia akan dihantam bencana dahsyat. Yang kami tahu saat itu Indonesia tempat terbaik untuk menyelenggarakan pertemuan. Dan Indonesia memang memiliki tempat yang luar biasa!  

Lalu kami bertanya pada diri sendiri, apa yang dapat kami perbuat untuk  membantu Indonesia menghadapi bencana ini? Pertama, membatalkan pertemuan bukan pilihan, karena berarti membuang sia-sia tenaga dan kesempatan selama 3 tahun ini untuk menunjukan Indonesia pada dunia.  

Kedua, pencairan utang bukan pilihan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak membutuhkan itu: ekonomi berjalan baik dibawah pemerintahan Presiden Jokowi, Gubernur  Perry (Gubernur Bank Indonesia), Menteri Sri Mulyani dan Menteri Luhut.    

Sebagai simbol solidaritas, staff IMF memutuskan secara sukarela berkontribusi mengumpulkan bantuan. Hari ini bantuan itu terkumpul Rp 2 miliar dan diberikan untuk pembangunan kembali Lombok serta Sulawesi.  

Dua hari lalu, Sekretaris IMF, Jianhai Lin didampingi Menteri Luhut mengunjungi Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini kami bersiap menggelar pertemuan, tapi setelah melihat apa yang terjadi di Palu dan Lombok, ada begitu banyak pikiran berkecamuk.  

Sekali lagi, kami sangat terkesan melihat rekonstruksi yang kalian lakukan. Melihat anak-anak kembali sekolah. Karena mereka ilmuwan dan para ahli masa depan!  

Saya berjanji kepada Gubernur Zulkieflimansyah (Gubernur Nusa Tenggara Barat), suatu hari nanti saya akan kembali ke Lombok. Dan saya yakin saat itu terjadi, saya akan lebih terkejut melihat perubahan dan rekonstruksi yang berhasil anda buat.  

"Terima kasih.”