ACT & ASDP Kirim 1.000 Ton Logistik ke Palu

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 190

ACT & ASDP Kirim 1.000 Ton Logistik ke Palu
Foto: republika.co.id
Jakarta, SP - Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberangkatkan kapal kemanusiaan yang mengangkut 1.000 ton logistik bantuan untuk korban gempa Sulawsi Tengah.  

Kapal berangkat Senin (8/10), dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Taipa, Palu.   Kapal diberangkatkan Senior Vice President ACT sekaligus Presiden Global Wakaf N Imam Akbari dan Rudi Hanafiah, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Surabaya.  

Imam Akbari mengatakan dampak bencana di Palu dan Donggala  saangat besar. Bencana ini menunbuhkan rasa empati masyarakat untuk ikut membantu para korban.  

“Ini membuktikan besarnya animo kepedulian masyarakat terhadap korban bencana di Palu, Donggala, dan Sigi,” kata Imam, dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/10).  

Menurut Imam, bencana Palu dan Donggala menggugah empati dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk PT ASDP Ferry Indonesia (Persero). Bersama ACT, BUMN di bidang transportasi laut tersebut menyiapkan kapal berkapasitas 1.000 ton untuk berlayar ke Palu.  

Kapal tersebut yakni KM Melinda, kapal yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala. Selain membawa logistik, Kapal Kemanusiaan juga mengangkut ambulans.  

Lima ratus ton di antaranya berupa beras yang dikumpulkan hasil panen petani binaan Global Wakaf-ACT di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sedangkan sisanya berupa sembako, air mineral, obat-obatan, pakaian baru, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, dan tenda.  

Bantuan tersebut dihimpun sejak 3-7 Oktober dari masyarakat Blora, Ngawi, Bojonegoro, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, dan Surabaya.   Keberangkatan Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala dari Surabaya akan diikuti keberangkatan kapal serupa dari wilayah lainnya, seperti Jakarta, Aceh, dan Medan.  

General Manager PT ASDP Ferry Indonesia cabang Surabaya, Rudi Hanafiah mengatakan, dalam setiap bencana ASDP selalu membantu dan mengirimkan armadanya.  

“Secara khusus kami memiliki kapal dan kapasitas angkut besar, oleh sebab itu kami perlu bekerja sama dengan pihak yang lebih berpengalaman (ACT) dalam pendistribusian bantuan ke lokasi bencana,” ujar Rudi.  

Selain melalui Surabaya, ASDP sebelumnya telah memberangkatkan kapal bantuan yakni KMP Julung julung dari Toli Toli Sulawesi Utara dan KMP Drajat Paciran dari Surabaya ke Palu. (*)