Kunker DPRD Kota Bogor ke Kota Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1468

Kunker DPRD Kota Bogor ke Kota Pontianak
SILATURAHMI - Koordinator Badan Legislasi Daerah (Balegda) sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, bersilaturahmi dengan jajaran Suara Pemred, di Grand Mahkota Hotel, Kamis (17/3) malam. (SUARAPEMRED/UMAR FARUQ)

PONTIANAK, SP
– Koordinator Badan Legislasi Daerah (Balegda) sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono mengaku kagum dengan apa yang telah diterapkan Pemkot Pontianak dalam merealisasikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).


“Kita menganggap, Kota Pontianak lebih maju dalam merealisasikan RDTR,” ujarnya saat bersilaturahmi bersama jajaran Suara Pemred, di Grand Mahkota Hotel, Kamis (17/3) malam.

Hal itu diungkapkannya, dalam rangka kunjungan kerja (Kunker) bersama 16 anggota dewan Kota Bogor lainnya. Ia menilai Pemkot Pontianak berhasil menata pedagang kaki lima (PKL), mengembangkan sektor kepariwisataan, dan penanggulangan limbah cair di wilayah perkotaan.


“Kita melihat, Pemkot Pontianak bisa menyelesaikan persoalan PKL yang seringkali menjadi masalah di setiap kota-kota besar,” katanya.

Dalam Kunkernya tersebut, Heri mengatakan ada beberapa agenda yang ingin dilakukannya. Pertama, studi banding terkait dengan program-program legislasi di Kota Pontianak.
Selanjutnya, soal beberapa pembahasan rencana peraturan daerah (Raperda).


“Kebetulan, ada beberapa raperda yang sedang dibahas di Kota Bogor. Kita sedang membahas Raperda Pengolahan Limbah Cair, Raperda Penataan PKL, Raperda Pariwisata, dan Raperda RDTL,” ungkapnya.

Ia mengaku, DPRD Kota Bogor memiliki kendala dalam membahas raperda tersebut. Padahal, pembahasan itu harus segera diselesaikan. Maka dari itu, sejumlah daerah telah dikunjungi guna sebagai perbandingan.

“Banyak hal yang akan digali dari Pontianak, terutama RDTR, dan raperda lainnya. Kunjungan ke beberapa daerah ini, nantinya bisa digabungkan,” terangnya.

Dijelaskannya, sebagai kota yang dekat dengan ibu kota negara, bukan rahasia kalau Kota Bogor menjadi wilayah incaran para investor, terutama di sektor perumahan, apartemen, dan kalangan usahawan.

Jika tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai, lanjutnya, maka dikhawatirkan serangan investor mengancam pertumbuhan pembangunan yang tidak sesuai dengan tata ruang.
“Kita tidak ingin bencana muncul di kemudian hari. Jadi, kita ingin mempercepat Perda RDTR untuk mengimbangi perminta tanah-tanah di kalangan industri dan usahawan,” ujar politisi Partai Golkar yang mengakhiri kunkernya dengan menanam pohon persahabatan bersama anggota DPRD setempat.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Pontianak memang gencar menertibkan PKL di penjuru Kota Pontianak.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono telah meminta kepada instansi terkait untuk menata keberadaan PKL. Selain menjadi lebih tertata, masalah kemacetan di Kota Pontianak pun dapat teratasi lantaran terganggu dengan keberadaan PKL nakal yang melanggar waktu berjualan.

“Saya undang camat, lurah, Kasatpol PP, Dinas Perhubungan, PU, dan Cipta Karya, untuk melakukan pendataan penertiban PKL yang ada di Kota Pontianak,” ujarnya. (umr/ind)