Puluhan Supir Tangki Pertamina Pontianak Mogok, Pasokan BBM Aman

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1215

Puluhan Supir Tangki Pertamina Pontianak Mogok, Pasokan BBM Aman
Puluhan Supir menyampaikan aspirasi kepada Satarudin, Ketua DPRD Kota Pontianak, Senin (18/7). SUARA PEMRED/KRISTIAWAN BALASA
PONTIANAK, SP - Sekitar 90 sopir tangki Terminal BBM Pertamina Pontianak, melakukan mogok kerja dan aksi unjuk rasa, Senin (18/7). Para sopir menuntut pihak perusahaan PT Elnusa Petrofin tempat mereka bekerja dan PT Pertamina (Persero) memperhatikan nasib mereka.

"Kami minta pihak perusahaan PT Elnusa Petrofin mencari pengganti pimpinan perusahaan. Dari sebelumnya saudara Rahmat, kepada yang lain. Meminta agar dicarikan pemimpin yang bijaksana, supaya bisa berdampak positif terhadap karyawan dan sopir," kata Koordinator Aksi, Alfian, usai melakukan orasi di depan Kantor DPRD Kota Pontianak.

Ia menjelaskan, aksi mogok kerja dan unjuk rasa ini dilakukan karena kesal kepada pihak manajemen PT Elnusa Petrofin dan PT Pertamina yang telah memecat rekan mereka karena diduga melakukan penyelewengan BBM.

Dalam aksinya, para sopir menuntut tiga hal, yaitu meminta agar pemimpin PT Elnusa Petrofin diganti dengan pemimpin yang lebih bijaksana. Kemudian, meminta agar pihak perusahaan meninjau kembali aturan-aturan yang dikeluarkan oleh perusahaan, seperti aturan yang bertentangan antara perusahaan dengan Pertamina.

Dan yang ketiga, meminta agar hak-hak para sopir tangki BBM dipenuhi oleh pihak perusahaan. Menanggapi aksi yang digelar puluhan sopir mobil tangki BBM tersebut, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menegaskan akan segera menggelar rapat koordinasi guna mencari solusi.

Pihaknya menyatakan siap memfasilitasi mediasi antara pihak sopir dengan perusahaan dan pihak Pertamina dalam mengatasi apa yang menjadi keluhan dari sopir.

“Tuntutan mereka terkait permasalahan ini akan segera kita respon secepatnya. Mungkin sore ini kami akan memanggil Pertamina, pihak perusahaan dan perwakilan supir tangki untuk mencari solusi yang baik. Agar permasalahan ini cepat selesai dan tidak ada efeknya ke mana-mana,” katanya usai menemui para sopir.

Satarudin menginginkan hal ini tidak berlarut-larut. Sebab akan berpengaruh terhadap kehidupan para sopir tersebut. Dan mungkin juga berdampak luas ke masyarakat. Kedatangan para sopir menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kota Pontianak merupakan hal baik. Tempat di mana mereka bisa meluapkan apa yang menjadi ganjalan.

Terpisah, Communication and Relation MOR VI Pertamina Kalimantan, Bagja Mahendra mengatakan, pihaknya memang telah memecat satu sopir PT Elnusa Petrofin yang terbukti "kencing" atau melakukan penyelewengan BBM.
"Pertamina secara tegas telah mengambil tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada salah satu awak mobil tangki yang secara nyata terbukti melakukan pelanggaran berat yaitu melakukan penyelewengan BBM di jalan, tanggal 21 Juni 2016," kata Bagja Mahendra di Balikpapan, Senin (18/7).

Ia menjelaskan, tindakan tegas tersebut merupakan komitmen Pertamina dalam melakukan pelayanan kepada SPBU, karena tidak boleh ada losses akibat tindakan-tindakan tidak terpuji seperti itu. Aturan sanksi juga dilakukan berjenjang, untuk pelanggaran berat harus dilakukan PHK.

Sementara menanggapi tuntuntan awak mobil tangki yang berdemonstrasi, Pertamina mempersilakan tuntutan itu untuk berproses, namun secara tegas Pertamina tidak akan mencabut keputusan pemutusan hubungan kerja. "Apabila sudah terbukti secara kuat, berdasarkan laporan dan bukti foto, harus ditindak tegas. Masalah tuntutan itu, silakan saja. Yang jelas aturan perusahaan sudah ada. Dan penyelewengan BBM sudah masuk dalam kategori pelanggaran berat,” tegasnya.

Bagja menjamin, pasokan dan penyaluran BBM di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya akan tetap berjalan normal meski puluhan sopir tangki BBM mogok kerja. Pihaknya telah bekerjasama sementara waktu dengan pihak TNI, demi mengatasi dampak dari mogoknya puluhan sopir tangki BBM PT Elnusa Petrofin.

"Kami sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan TNI dan Polri, sehingga mereka yang menggantikan sementara distribusi BBM tersebut ke sejumlah wilayah Kalbar," ujarnya.

Masyarakat tak perlu merasa resah dan khawatir pendistribusian BBM akan terganggu. Kerjasama pihaknya dengan TNI diyakini akan mengatasi permasalahan tersebut. Hingga saat ini, sekitar 90 persen penyaluran BBM sudah disalurkan yang bekerjasama dengan TNI dan Polri dalam menjaga pasokan BBM di sejumlah wilayah Kalbar.

Kerahkan 42 Pengemudi


Akibat aksi mogok puluhan sopir tangki Pertamina dari PT Elnusa Petrofin, pasokan BBM untuk wilayah Pontianak, Kubu Raya, Mempawah dan Singkawang yang seharusnya didistribusikan sejak Senin (18/7) pagi, sempat terhenti. Namun tak berlangsung lama.

“Jadi dapat saya sampaikan, bahwa hari ini ada aksi mogok. Namun pendisitibusian BBM tetap berjalan dengan baik sampai detik ini, karena bekerjasama dengan TNI dan Polri,” kata Gunawan Istayarsi, Operation Head Terminal BBM Pontianak, Senin (18/7).

Pertamina menurutnya merupakan perusahaan pemerintah yang memiliki aturan dan standar kerja. Baik dalam operasi maupun dalam keselamatan kerja. “Terkait isu mogok kerja, Pertamina melalui PT Elnusa telah memberikan sanksi. Itu berarti (telah) menyalahi standar kerja tadi,” ungkapnya.

Gunawan meyakini, penyaluran BBM terutama di Kalbar tetap akan berjalan dengan baik dan lancar. Yang melakukan aksi mogok hanya para sopir dari PT Elnusa, sementara perusahaan-perusahaan lain masih tetap beroperasi. “Sampai detik ini kondisi aman. Yang penting sekarang distribusi dulu. BBM lancar, SPBU tidak kosong, masayarakat aman,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Dandim 1207/BS Pontianak, Kolonel Inf Jacky Ariestanto memastikan, TNI dan Polri akan siap mendukung jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang berimplikasi pada masyarakat umum. Seperti halnya pada situasi saat ini.

Untuk membantu Pertamina dalam pendistribusian BBM ke masyarakat,TNI dan Polri menyiapkan sebanyak 42 anggota.  
“TNI dan Polri siap mendukung jika sewaktu-waktu terjadi insiden seperti ini. Jadi memang sudah ada perencanannya dalam rangka konvidensi seperti ini. Hari ini, kami mengerahkan 42 pengemudi, baik itu dari Polri maupun TNI untuk menggantikan sementara, pengemudi tangki BBM yang mogok,” ucap Jacky.

Hal ini bertujuan agar suplai BBM di masyarakat tidak terhenti. Sekaligus pula, TNI akan turut membackup Polri dalam mengamankan objek-objek vital. 
“Jadi mulainya hari ini, sejak tadi pagi jam 09.00 WIB, sudah mulai beroperasi. Selesainya kapan, ya sampai dibutuhkan. Artinya sampai pengemudi aslinya atau mungkin ada pengemudi pengganti dari pihak perusahaan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dengan kondisi yang sudah ditangani seperti saat ini, Jacky berharap tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Menurutnya, ini hanya merupakan masalah internal perusahaan. Akibat dari salah seorang pengemudi yang dipecat kemudian terjadi solidaritas yang tidak sehat antara pengemudi yang lain, sehingga terjadilah aksi mogok kerja. 

“Saya harap para masyarakat seluruhnya, tidak perlu khawatir karena TNI dan Polri, dalam hal ini Kodam XII Tanjungpura maupun Polda Kalbar, sudah merencakan ini dan sudah siap untuk membackup. Yang jelas tidak akan terjadi, kelangkaan BBM. Itu tidak terjadi,” tegasnya. (bls/ang/ind/sut)

Komentar