Pilkada Serentak 2017, Pelanggaran Pidana Pemilu Tak Diproses?

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 1246

Pilkada Serentak 2017, Pelanggaran Pidana Pemilu Tak Diproses?
Grafis (SP/Koko)
PONTIANAK, SP – Pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 di Kalimantan Barat, diwarnai sejumlah pelanggaran. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalbar, Ruhermansyah mengungkapkan sejumlah pelanggaran terjadi di Pilkada Singkawang.

Pelanggaran Pilkada Singkawang, kata Ruhermansyah, merupakan laporan masyarakat terkait pelanggaran pidana Pemilu dan pelanggaran administrasi.

Sejauh ini, baru pelanggaran administrasi yang ditindaklanjuti pihak berwenang. Sedangkan pelanggaran pidana Pemilu, ungkap Ruhermansyah, belum ada yang ditindaklanjuti ke penyidikan. 

BERITA TERKAIT:
Reaksi Bawaslu Kalbar Atas Keterlibatan ASN Singkawang di Pilkada 

Sementara Pilkada Landak hingga kini belum ada laporan pelanggaran.

“Secara dinamika memang ada perbedaan. Pilkada Singkawang diikuti empat pasang calon, sementara di Landak hanya satu pasangan calon saja. Tapi bukan berarti ‘air’ yang tenang juga tidak dapat menenggelamkan,”  ujar Ruhermansyah, Minggu (8/1).

Dikatakannya, meski Pilkada Landak terkesan adem ayem, tetap saja pengawasan dilakukan. Potensi pelanggaran tetap ada meski belum pasti terjadi.

Ruhermansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan kerawanan baik di desa atau pun Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejak jauh hari. Dasarnya dari Indeks Kerawanan Pemilu yang dikeluarkan Bawaslu RI.

Saat ini Pilkada di dua daerah tersebut memang masih dalam tahap kampanye. Dalam waktu dekat, surat suara akan disiapkan. Setelahnya, dilakukan distribusi logistik.

Ruhermasyah meyakinkan pihaknya selalu mengawasi DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang dikeluarkan KPU.

“Apabila ada temuan bahwa DPT tidak sesuai dengan fakta, tentu sudah wewenangnya pengawas Pemilu melakukan penindakan,” pungkas Ruhermansyah. (bls)

Baca Juga:
7 Pemerkosa Ala Sum Kuning di Sambas Diringkus
Novianto Diduga Sudah Merencanakan Pembunuhan di Hotel Benua Mas 
Jalan Darat Nanga Pinoh Hancur, Transportasi Sungai Menjadi Andalan