KWH Meter Rusak, Begini Penjelasan PT PLN Sungai Jawi, Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1619

KWH Meter Rusak, Begini Penjelasan PT PLN Sungai Jawi, Pontianak
PONTIANAK, SP- Supervisor Transaksi Energi Rayon PLN Sungai Jawi, Reza menerangkan dirinya tidak mengetahui secara pasti perihal kedatangan petugas.  Hanya saja pemeriksaan rutin memang dilakukan, kemudian petugas menemukan indikasi pelanggaran KWH yang berlubang.  

“Di situ kita ndak ada menyalahkan si A si B siapa yang melubangi. Tapi kita sesuai peraturan PLN, Perdir 088, ketika ada indikasi pelanggaran, mau tidak mau kilometer itu harus dicopot. Karena itu ada lubang dan searah dengan piringan KWH meter. Tidak mungkin lubang itu ada sendiri,” katanya kepada Suara Pemred.
 

Menurutnya, selama ini modus P2TL yang lama digunakan, lubang dibuat untuk menghambat piringan agar KWH tidak terhitung. Meski demikian, Reza mengatakan dirinya tidak menuduh pelanggan yang melakukan pelubangan.  PLN hanya melihat lubang sebagai pelanggaran mempengaruhi pengukuran.
 

“Saya kemarin juga tidak ada menyampaikan ke Mas Yuniardi kalau dia nyuri, ndak. Kalau indikasi pelanggaran saya ada bilang. Memang histori pembayaran dia mahal, memang bisa jadi dia satu-lima tahun ke belakang normal, tapi PLN tidak melihatnya di sana,” ungkapnya.
 

BERITA TERKAIT:

Dia memaparkan pihaknya melihat berdasarkan temuan barang bukti, yakni lubang itu ada indikasi untuk mempengaruhi pengukuran. “Di situlah dibilang pelanggaran, karena di Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik, sudah jelas hak dan kewajiban konsumen, salah satu kewajiban mereka menjaga KWH meter,” jelasnya.  

Reza meminta pelanggan cukup kritis jika ada petugas datang untuk mengecek. “Ketika ada petugas mengecek, tanya surat tugasnya, apa tujuan mereka. Untuk menghindari pelanggan itu dijebak. Saya baca berita, ada indikasi kongkalikong, jujur saja, mau bayar atau tidak, tidak ada untungnya buat saya,” imbuhnya.  

Diakuinya, PLN tak bisa membuktikan siapa yang melubangi, namun tetap saja sebagaimana peraturan, hal itu masuk indikasi pengurangan pengukuran.  

“Walaupun di satu sisi kami tidak bisa membuktikan itu digunakan atau tidak, tapi dengan adanya lubang, ada pernah unsur kesengajaan dilubangi, walaupun kita tidak tahu siapa,” pungkasnya. (bls/and)

Baca Juga: