Pelanggan PT PLN di Pontianak Dituduh Merusak KWH Meter Listrik

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1243

Pelanggan PT PLN di Pontianak Dituduh Merusak KWH Meter Listrik
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Yuniardi (37) kaget, tagihan listriknya mencapai jutaan rupiah. Dia dituduh merusak peralatan KWH meter PT PLN di rumahnya, di kawasan Perumnas 1, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat.  

Merasa tak pernah mengotak-atik meteran, dia pun mendatangi kantor PLN Rayon Sungai Jawi. Bermaksud meminta penjelasan, dia harus tetap membayar tagihan tersebut. Biasanya, per bulan dia hanya harus membayar Rp 125 ribu untuk kebutuhan listrik di rumahnya.
 

“Saya tidak pernah lakukan itu. Bisa dicek pembayaran listrik apakah normal untuk daya 450 VA,” katanya.  

Kejadian itu bermula dari kedatangan 5 orang petugas Out Source PLN ke rumahnya, Jumat (6/1) lalu. Mereka masuk pekarangan tanpa izin dan minta dibukakan pintu. Tak ada satu pun surat tugas ataupun keterangan lain yang diberikan pada Yuniardi. Mereka lantas melakukan pengecekan meteran.
 

“Tiba-tiba mereka teriak, ‘ini bolong, ini bolong’. Saya langsung keluar dan tanya, tapi tidak dijawab,” ceritanya.  

Meski sempat menanyakan, tak ada satu pun petugas yang memberi keterangan. Petugas itu lantas memotret serta menanggalkan KWH meter di rumahnya.  Tanpa penjelasan, Yuniardi hanya diberi surat berwarna merah sebanyak 3 lembar yang isinya telah dengan sengaja merusak KWH meter.
 

"Saya disuruh menghadap Pak Reza di kantor Rayon PLN Sungai Jawi," tuturnya.  

Ketika menghadap orang yang dimaksud, yakni Reza. Dia menyerahkan tiga lembar surat berwarna merah tersebut. Lantas dari pejabat itu, dia diberi keterangan bahwa PT PLN mengalami kerugian karena terjadi perusakan.  

Bukan hanya itu, katanya, ada pula indikasi pencurian listrik.  “Katanya seberapa kecil lubangnya, tapi sudah terjadi perusakan, sehingga pelanggan harus membayar,” imbuhnya.  

Yuniardi mengungkapkan selama sepuluh tahun Yuniardi tinggal di sana, baru kali ini ada petugas PLN yang datang tiba-tiba dan melakukan pengecekan KWH meter.   Dia pun menuntut keadilan dengan pembuktian lantaran tak pernah merasa melakukan perusakan. (bls/and)