q Suara Pemred − Kapolresta: Sepuluh Persen Kecelakaan di Pontianak Libatkan Pelajar

Kapolresta: Sepuluh Persen Kecelakaan di Pontianak Libatkan Pelajar

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1513

Kapolresta: Sepuluh Persen Kecelakaan di Pontianak Libatkan Pelajar
Ilustrasi
PONTIANAK, SP –Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo mengungkapkan bahwa data tahun lalu,  total keseluruhan kecelakaan lalu lintas berjumlah 639 kasus, sebanyak 10 persen melibatkan anak di bawah umur yang notabene adalah kalangan  pelajar.  

“Dari hasil analisis dan evaluasi (anev),  ada beberapa korban dan pelaku kecelakaan di bawah umur. Tapi persoalan bukan di sepuluh persen. Tetap harus dapat perhatian termasuk dari orang tua,” katanya, Rabu (8/2).
 

Dia memaparkan, dari hasil anev juga terlihat bahwa  kecelakaan kendaraan roda dua memiliki tingkat kefatalan tinggi. Artinya, kecelakaan roda dua memiliki kerawanan kematian lebih besar. Beda dengan kecelakaan kendaraan roda empat.

Iwan menerangkan, total kecelakaan roda pada dua tahun kemarin juga meningkat.  Maka itu, pihaknya berusaha meningkatkan pembinaan ke masyarakat yang akan mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).  

Dia menuturkan,  untuk menekan jumlah kecelakaan dari kalangan anak di bawah umur, pihaknya sudah melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Terutama siswa SMP,  yang memang belum diperkenankan berkendara roda dua lantaran belum cukup umur untuk mendapat SIM.  

Secara garis besar, lanjut Iwan, kondisi lalu lintas bukan hanya perihal kepadatan yang selalu meningkat, tapi juga kebutuhan masyarakat akan lalu lintas jalan. Saat ini, tingkat keamanan, ketertiban masyarakat pengguna jalan sudah sangat bagus.  

Menurutnya, keberadaan Trans Pontianak Khatulistiwa yang akan segera dioperasikan bisa membantu mengatasi perihal tersebut.  

“Memang konsekuensi keberadaan dari angkutan umum itu, juga membutuhkan perhatian khusus kaitannya dalam rangka kelancaran lalu lintas itu sendiri,” katanya.  

Sebab di beberapa kota yang sudah sangat jenuh dengan volume lalu lintas kendaraan, angkutan umum juga jadi problem.  

“Misal di Bandung dan Jakarta, saking banyaknya izin yang dikeluarkan itu jadi persoalan,” pungkasnya. (bls/and)
 

Baca Juga: