Keluarga Korban Tragedi Crane Tagih Janji Santunan dari Pemerintah Arab Saudi

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1316

Keluarga Korban Tragedi Crane Tagih Janji Santunan dari Pemerintah Arab Saudi
CRANE JATUH- Tragedi jatuhnya crane atau alat berat kontruksi di Masjidil Haram, 11 Oktober 2015 lalu. (SP/Ist).
PONTIANAK, SP – Warga Kota Pontianak, Idris Usman menagih janji kepada pemerintah Arab Saudi, tentang pemberian santunan kepada para korban tragedi jatuhnya crane atau alat berat kontruksi di Masjidil Haram, 11 Oktober 2015.  

Idrus adalah orangtua dari Arninda Idris Usman, jamaah haji kloter 14, rombongan IX, Kota Pontianak, saat itu menjadi korban luka dalam tragedi tersebut.   Ia mengaku hingga kini anaknya sama sekali belum mendapat santunan seperti yang dijanjikan dari Kerajaan Arab Saudi.  

Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia pada 1-9 Maret ke Indonsia, menjadi momentum mengingatkan agar pemerintah menyinggung janji santunan dari Arab Saudi kepada para korban tertimpa crane, saat menunaikan ibadah haji.
  “Ya itu sampai sekarang tidak ada. Tidak ada santunannya keluar yang dijanjikan mau dihajikan dua orang itu, ndak ada,” kata Idrus, Minggu (26/2).  

Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut dari Kementerian Agama Kalbar. Kabar terakhir yang dia dapat Januari 2016 dan hasil semuanya masih nihil. Saking lamanya menunggu,

Idris mengaku tidak terlalu berharap dengan santunan itu.   Apalagi setelah Pemerintah Arab Saudi menganggap korban meninggal tragedi Mina (24/9), terjadi usai tragedi crane, sebagai meninggal biasa, bukan karena musibah. Dalam tragedi yang membuat 17 jamaah asal Pontianak meninggal itu, anak Idris, Ardyansyah Idris Usman ikut jadi korban meninggal.     

"Kalau saya sendiri tidak terlalu berharap. Jangankan itu, yang meninggal saja tidak dapat, yang tragedi Mina, dianggap itu bukan musibah, meninggal biasa,” sebutnya.  

Sedangkan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar, Syahrul Yadi, menyatakan sampai saat ini memang belum ada kepastian kapan santunan diberikan. Pihaknya telah memberikan data yang diminta Pemerintah Arab Saudi. Kini, tinggal menunggu eksekusi dari Arab.
 

“Kedatangan Raja Arab itu, mudah-mudahan angin segar bagi Indonesia dan Arab, apalagi ada kejadian dua tahun lalu, masalah crane dan lain-lain itu. Cranelah terutama yang mereka janjikan itu,” ucapnya.
 

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi berjanji memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan robohnya crane di Masjidil Haram.   Setiap korban meninggal atau cacat seumur hidup mendapatkan santunan 1 juta riyal atau Rp3,8 miliar, sedangkan korban luka diberikan biaya 500 ribu riyal atau Rp1,9 miliar.  (bls/umr/det/rep/ loh)

Baca Juga:
Begini Kronologis Tewasnya Tamu Hotel 95 Pontianak
Nasib Ikan Hiu Terperangkap Jaring Nelayan
Tunggakan Tinggi, PT PLN Segera Putus Aliran Listrik Pelanggan