Acui Teladani Jiwa Pemberani dari Tukang Parkir

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 583

Acui Teladani Jiwa Pemberani dari Tukang Parkir
Acui didampingi anggota Apindo Kalbar menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada Mulyadi, Minggu (11/6).
PONTIANAK, SP- Ketua Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Kalbar, Andreas Acui Simanjaya mengapresiasi dengan keberanian Mulyadi. Warga Perum V Pontianak ini yang sehari-hari menjadi juru parkir di depan SMA Santo Petrus Pontianak, dianggap Acui adalah sosok  pahlawan dan berjiwa pemberani.

 Karena jiwa pemberani dari Mulyadi, Acui kemudian memebrikan uang tunai dan diserahkan pada Minggu (11/6) di kediaman Mulyadi.
Mulyadi diketahui satu di antara sosok penolong dari Jumariani, beberapa waktu lalu, di mana Jumariani menjadi korban perampokan, saat hendak mengambil uang di ATM BRI, Jalan Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak. Dalam insiden perampokan itu, Jumariani mengalami luka tusuk, pun demikian dengan Mulyadi. Saat hendak menolong korban, ia juga mengalami luka dari sabetan senjata tajam dari perampok.  

 "Kita mengapresiasi sekali atas keberanian tukang parkir yang menolong dan mengatasi kejahatan di kota ini," tutur Acui.

Acui berharap semua pihak di Kota Pontianak dapat memberikan perhatian serupa pada tukang parkir ini. Sebab dari kejadian tersebut menurut Acui, sampai saat ini Mulyadi tukang parkir tersebut belum dapat bekerja seperti biasanya.

"Saya pikir orang seperti ini perlu kita hargai supaya warga kota tak apatis jika ada kejahatan terjadi di depan mata," bebernya.
Karena Acui sendiri pernah mengalami dan menjadi korban jambret. Tepatnya lima tahun lalu. Saat Acui minta tolong, justru yang menolong adalah seorang tukang parkir. Bahkan pada kejadian tersebut, si tukang parkir berhasil penangkap pelaku jambret tersebut.

Tapi, yang disesalkan oleh Acui, seminggu setelah insiden tersebut, justru tukang parkir yang menyelamatkan dirinya tadi ditikam oleh sekelompok orang, yang kemungkinan besar adalah kawanan penjambret "Artinya, si tukang parkir tadi sudah mengambil risiko buat orang lain yang sesungguhnya tidak beliau kenal," kata Acui. Berkaca dari pengalaman ini, ada harapan yang ingin Acui sampaikan.

Apindo Kalbar berencana ingin membuat sebuah gerakan untuk mendorong komunitas agar dapat belajar mengahargai bagi warga masyarakat yang melakukan perbuatan positif.

"Tujuannya tidak lain agar kita belajar menghargai orang yang berbuat baik seperti pak Mulyadi," tuturnya. (ova/loh)