Alfamart Heboh, Pemuda Buat Onar Beset Pengunjung

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 900

Alfamart Heboh, Pemuda Buat Onar Beset Pengunjung
INTEROGASI – Aparat Satreskrim Polresta Pontianak, saat menginterogasi Dioni, pelaku keributan di Alfamart, Kamis (20/7). Karena persoalan sepele, Dioni nekat hingga membeset korban dengan pisau kater.
PONTIANAK, SP – Entah apa penyebabnya, tiba-tiba pemuda bernama Dioni (28) ini berbuat keributan di Jalan Gajah Mada, tepatnya di salah satu minimarket, Alfamart yang berada berseberangan dengan gerbang masuk Hotel Aston Pontianak, Kamis (20/7).   Dua orang pemuda, Dodi Satriadi dan Paul, pengunjung yang semula duduk di kursi teras minimarket tersebut, menjadi sasaran amukan Dioni, yang diketahui sebagai warga Jalan Profesor Dr Hamka, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat ini.

Akibat keributan, Dodi dibeset pisau kater yang digunakan pelaku menyerangnya dan melukai tangan sebelah kanan.   Keributan tersebut pun kontan memantik perhatian warga sekitar. Darah yang berceceran dari lengan Dodi, lantas mengundang kepanikan. Beruntung, warga yang melihat segera melerai pertikaian itu.  

Pelaku yang seolah 'membabi buta' menyerang dua korban ini, kemudian diamankan dan diserahkan ke pihak Reskrim Polresta Pontianak untuk diproses hukum lebih lanjut. Sementara dua korban yang mengalami luka, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Anton Soedjarwo guna mendapatkan perawatan medis.  

"Jadi awalnya, saya dari rumah. Jamnya saya lupa. Saya janji sama kawan bertemu di Alfamart Gajah Mada depan Aston karena ada urusan. Saya dan teman duduk di kursi yang kosong, berempat bersama juru parkir di situ," jelas Dodi, salah satu korban ditemui di rumah sakit.
  Tak berselang lama, pelaku Dioni keluar dari dalam minimarket tersebut. Kata Dodi, Dioni langsung berbicara dengan salah satu juru parkir di situ dan langsung berujar,"hati-hati ya".  

"Juru parkir pun menjawab, yang dimaksud pelaku itu untuk siapa? Karena tukang parkir di sini ini banyak. Karena 24 jam di sini ada tiga shift," kata Dodi menirukan perkataan juru parkir.
  Mendengar kata-kata tersebut, pelaku kembali mengancam. Peringatan 'hati-hati' yang disampaikannya tersebut ditegaskan pelaku untuk semua juru parkir yang ada. Setelah itu, pelaku melanjutkan celotehan kasarnya. Hingga berbau rasis.   

Perkataan tersebut, tak ayal menyinggung orang yang ada di sekitar lokasi itu. Dia yang ikut mendengar perkataan kasar yang diucapkan oleh pelaku, mencoba menengahi.  "Saya ingatkan ke orang itu (pelaku) jangan berkata kasar," ujar Dodi.   Namun, nasihat Dodi malah membuat pelaku tak terima.

"Terus dia ngajak bersalam, dan setelah bersalam dia tidak mau melepaskan tangan saya. Dan pelaku bilang ‘maok kau ape’ Saya jawab, ‘maok saye agar mulut dijaga," cerita Dodi.
  Keduanya kemudian saling terlibat adu mulut. Dodi dan pelaku saling dorong. "Saat itu, ternyata di dalam tas pelaku ada pisau kater. Dia pun (pelaku) langsung menggunakannya membeset lengan saya," ujarnya.  

"Dengan pelaku, saya tidak kenal. Jadi, di situ (TKP) tidak ada yang kenal dengan pelaku. Korban satunya pun saya juga tidak kenal," tegasnya.   Pasca kejadian, warga yang melihat darah berceceran, langsung melerai. Setelah dilerai, pelaku sempat lari ke seberang jalan.

"Tapi, tak lama ada anggota polisi mengejar dan berhasil mengamankan pelaku," kata Dodi.   Akibat kejadian ini, Dodi pun harus menderita luka besetan yang cukup serius di lengannya tersebut. "Jahitannya ada sekitar dua puluhan," kata Dodi.    Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Sugeng Sutrisno membenarkan kejadian keributan yang mengakibatkan dua orang mengalami luka tersebut.  

Menurutnya, keributan itu diduga karena pelaku merasa tidak dilayani dengan baik oleh juru parkir setempat.    Sugeng menerangkan, malam sebelumnya tersangka Dioni parkir di Alfamart. Karena merasa kurang puas dengan pelayanan juru parkir, keesokan paginya dia datang kembali ke minimarket untuk mencari juru parkir tersebut.   “Dan terjadilah adu mulut. Terjadi perkelahian. Dan di dalam tas tersangka ada pisau kater. Pelaku membeset korban," katanya.   Sugeng mengatakan, kasus ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Pontianak.

 “Sudah diselidiki. Pelakunya sudah diamankan dan diproses. Jadi sudah ditahan. Semua sudah di tangani," ujarnya.    Atas kejadian ini, dia meminta, warga tidak terprovokasi atas isu-isu yang berkembang dalam insiden tersebut. "Pelaku akan dijerat Pasal 351 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan," pungkas Sugeng. (abd/and)