Kabupaten/kota Diminta Bentuk Forum Pembauran Kebangsaan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 508

Kabupaten/kota Diminta Bentuk Forum Pembauran Kebangsaan
BUKA FORUM – Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie, saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan forum dialog dalam rangka Percepatan Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Orchardz Hotel Gajahmada Pontianak, Senin (21/8). Ist
PONTIANAK, SP – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, M Zeet Hamdy Assovie, mengharapkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) bisa dibentuk di seluruh kabupaten dan kota di Kalbar. 

Hal ini diungkapkannya saat membuka acara forum dialog dalam percepatan pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalbar di Orchardz Hotel Gajahmada Pontianak, Senin (21/8) pagi.

"Saya berharap terbentuknya forum ini di tingkat provinsi, diikuti juga pembentukan di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat," ujarnya.

Zeet mengatakan, pembentukan FPK memiliki relevansi mengingat bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, budaya, agama, adat dan istiadat.

"Dengan demikian, memelihara persatuan dan kesatuan bangsa merupakan kebutuhan mutlak dan sekaligus merupakan tantangan yang tidak ringan dan hal ini menjadi tugas dari seluruh komponen stakeholder," terangnya.
 
Dia menjelaskan, FPK merupakan suatu upaya konsep memadukan keberagaman dalam peningkatan dan perluasan titik-titik persamaan sehingga memperkecil suatu perbedaan.

"Sehingga warga bangsa yang memiliki aneka ragam nilai-nilai kehidupan itu, menjadi satu bangsa yang utuh tanpa merusak nilai-nilai terkandung di dalam keanekaragaman itu," katanya.

Tapi sebaliknya, lanjut dia, jika keanekaragaman tersebut dibiarkan berkembang sendiri, menjadi perbedaan yang semakin menajam, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

"Oleh karenanya, perlu disadari bersama bahwa kebhinekaan di dalam bangsa ini menjadi tanggungjawab semua komponen bangsa untuk menjaga, melestarikan dan mempertahankannya sebagai salah satu dasar kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang besar," paparnya.

Zeet menyebutkan, pembentukan FPK berdasarkan Permendagri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.

"Peraturan ini merupakan kerangka acuan dalam mengelola keberagaman untuk meningkatkan kembali rasa kebersamaan dan gotong-royong masyarakat Indonesia yang majemuk dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," pungkasnya. (umr/and)

Komentar