Pemkot Ingatkan Akurasi Data Pemilih

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 657

Pemkot Ingatkan Akurasi Data Pemilih
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu bekerja profesional lantaran telah disumpah dan digaji oleh masyarakat. Apa yang disajikan, harus sesuai dengan keadaan di lapangan terutama terkait data pemilih.

Pasalnya, data pemilih menjadi elemen penting dalam pesta demokrasi. Sehingga KPU yang bertindak ibarat wasit dalam Pemilu, harus menyuguhkannya secara akurat.

“Tentu segala hambatan ataupun masalah yang sudah-sudah, itu jadikan pelajaran berharga. Nomor satu data,” ujarnya, Selasa (22/8).

Edi meminta, data penduduk yang nantinya jadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) harus benar-benar akurat. Jangan sampai data-data fiktif, ganda dan persoalan lain masih ada. Pemilu harus berjalan sesuai koridor yang ditetapkan.

“Tekniknya kita kembalikan kepada KPU dengan keterbatasan personil dan dana, bagaimana mengefektifkan hal itu semua supaya kualitas ini bisa tinggi,” tegasnya.

Dalam beberapa Pilkada di daerah lain, persoalan DPT memang kerap jadi bumerang. Masih saja ditemukan data fiktif dan pemilih ganda. 

Edi tak ingin hal serupa terjadi di Kota Pontianak. Apalagi Pilwako Pontianak nanti dilaksanakan serentak dengan Pilgub Kalbar. Selang setahun, pemilu legislatif dan presiden pun digelar.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak, Sujadi mengungkapkan data di Kota Pontianak sudah jauh lebih baik lantaran kinerja Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) Pemilu sebelumnya. 

Data fiktif, ganda dan data-data yang mengganggu proses pemilihan relatif tak ada. Jika pun ada, kemungkinan besar merupakan data warga yang meninggal, namun pihak keluarga belum melapor.

“Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres lalu 416.733. Sekarang ada penambahan sedikit dari pemilih pemula, data pastinya setelah ada DP4 dari Pemda dan divalidasi lagi,” ucapnya.

Bagi mereka yang belum terdaftar, Sujadi mengatakan bisa mendatangi KPU Pontianak untuk memasukkan namanya dalam data. Dalam hal ini, pihaknya juga selalu koordinasi dengan Dukcapil Pontianak. 

Data final katanya, akan didapat bila sudah keluar Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), yang kemudian divalidasi PPDP tiap RT.

“PPDP yang dibentuk kurang lebih 2.000 orang. Mereka bekerja beberapa bulan. Harapan kita tidak ada data yang salah. Secara proses sudah dilakukan itu, kalau nanti ternyata ada petugas nakal, harus ada sanksi, salah satunya yang akan datang tidak dipakai lagi,” ungkapnya. (bls/and)

Komentar