PBB Didesak Hentikan Krisis Rohingya

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 475

PBB Didesak Hentikan Krisis Rohingya
ORASI – Aliansi Masyarakat Peduli Rohingya (AMPERA) saat menggelar aksi solidaritas dengan melakukan orasi di Bundaran Tugu Digulist Untan, Kamis (7/9) petang. Para mahasiswa menyampaikan sikap atas tragedi kemanusiaan yang menimpa masyarakat etnis Rohing
PONTIANAK, SP – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Aliansi Masyarakat Peduli Rohingya (AMPERA) menggelar aksi solidaritas dengan melakukan orasi di Bundaran Tugu Digulist Untan, Kamis (7/9) petang.

Dalam orasinya, para mahasiswa turut menyampaikan sikap atas tragedi kemanusiaan yang menimpa masyarakat etnis Rohingya, yang terjadi di Rakhine, Myanmar. 

Koordinator Lapangan AMPERA, Baskara pun menyampaikan lima tuntutannya menyikapi krisis kemanusian yang terjadi di Myanmar tersebut. Di antaranya, mengecam tindakan kekerasan yang terjadi kepada masyarakat etnis Rohingya. Mengutuk atas nama kemanusiaan terhadap Genosida. 

Kemudian, menuntut PBB berperan aktif mengambil langkah konkret untuk menghentikan kriris kemanusian yang sudah melanggar HAM. Mendesak pemerintahan Myanmar segera mencabut pembatasan pergerakan dan kewarganegaraan untuk minoritas Muslim Rohingya. 

"Dan kami mengajak warga Kalbar untuk berempati atas tragedi pembantaian terhadap masyarakat Rohingya," kata Baskara saat membacakan tuntutan aksi.

Selain menyampaikan orasi, puluhan mahasiswa ini juga menggelar penggalangan dana di kawasan jalan Tugu Digulis Untan. 

"Aksi kita ini, adalah aksi kemanusiaan untuk mendukung saudara kita (Rohingya) yang amat memerlukan perhatian dan bantuan dari kita semua. Setidaknya dengan kegiatan ini, kita telah menunjukan bahwa kita peduli terhadap hak asasi yang selama ini selalu didengung-dengungkan," tutupnya. (abd/and)

Komentar