Pemprov Terima Setoran Gaji Guru Honor SMA

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1021

Pemprov Terima Setoran Gaji Guru Honor SMA
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Pemerintah di beberapa kabupaten/kota, telah menyetor pembiayaan gaji tenaga guru honor ke Pemprov Kalbar. Ini sebagai bentuk tindak lanjut pengalihan kewenangan SMA dan SMK dari daerah ke provinsi, setelah diberlakukannya Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Kusnadi mengatakan, bahwa penyetoran tersebut sebagai tindak lanjut kesepakatan antara gubernur dan bupati serta wali kota sebelumnya.

Dia menjelaskan, selain guru honorer, di tahun 2017 ini juga gaji tenaga pendidik tetap juga masih menjadi tanggung jawab masing-masing kepala daerah. Pemberlakuan tanggung jawab Pemprov baru akan dilaksanakan tahun depan.

Kesepakatan ini hanya berlaku untuk guru honor daerah tingkat SMA/SMK. Sementara lembaga pendidikan formal di bawahnya, yakni SD dan SMP masih menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

"Untuk guru honorer sekolah dibiayai oleh komite sekolah dan honor daerah dibiayai pemerintah kabupaten/kota," jelas Kusnadi, Selasa (12/9).

Mekanisme pembiayaan ini, berdasarkan Surat Edaran Gubernur yang telah disampaikan ke masing-masing kepala daerah kabupaten/kota.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemerintah kabupaten/kota memberikan bantuan keuangan kepada pemerintah provinsi untuk gaji guru honor di daerah mereka.

Disebutkannya, adapun kabupaten/kota yang telah menyetor yakni Kabupaten Melawi, Ketapang, Kapuas Hulu, Landak, KKU dan Kota Pontianak. Untuk daerah lainnya, hanya tinggal melakukan sinkronisasi sambil menunggu APBD Perubahan 2017.

"Banyak sekolah yang menalangi melalui dana komite. Gaji mereka tetap dibayarkan karena SK-nya sudah ada. Begitu dananya cair langsung dibayarkan, karena anggaran perubahan ketuk palu tahun ini," pungkasnya.

Data dari Disdikbud Kalbar menyebutkan jumlah guru honor daerah, untuk tingkat SMA sebanyak 352 orang, dan tingkat SMK 220 orang.

Sedangkan guru honor sekolah di tingkat SMA dibagi menjadi dua kategori. Guru tidak tetap sebanyak 1.603, dan pendidik tidak tetap 505 orang. Sementara di tingkat SMK, guru tidak tetap 851 orang, dan pendidik tidak tetap 231 orang. (umr/and)

Komentar