Disperindag Kalbar Buka Griya IKM

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 415

Disperindag Kalbar Buka Griya IKM
Suara Pemred
PONTIANAK, SP - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalbar meresmikan Griya industri kecil dan menengah (IKM) dan launching aplikasi Sistem Informasi dan Promosi Industri (SIPI) Kalbar, di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar, Kamis (11/1).

Ragam produk UMKM pun ditampilkan dalam dalam seremonial grand opening Griya IKM Disperindag Provinsi Kalbar ini.

Kepala Disperindag Kalbar Muhammad Ridwan mengatakan ini akan menjadi sebuah potensi untuk masyarakat agar dapat bersaing memasarkan produk mereka dengan daerah lain. 

"Jadi perlu promosi salah satunya dapat melalui griya IKM ini. Griya ini upaya untuk mencari pasar lebih luas berbasis  teknologi e-commerce dan disertai pelatihan pelaku UKM gratis," ungkap Ridwan.

Untuk pelatihan para IKM bisa memanfaatkan fasilitas seperti infrastruktur pelatih agar bisa berkompetisi di luar daerah. Ridwan menilai promosi melalui teknologi digital dapat memberikan keuntungan yang signifikan hingga 80 persen dan inovatif sampai 17 kali.

"Kami ingin memfasilitasi pelaku IKM agar semakin luas dan promosi mereka. Pelaku usaha yang sudah terseleksi bisa menjual produknya dengan offline di sini juga. Tiap hari nanti bisa bertemu kita," jelasnya.

Ridwan menuturkan di kota Pontianak ini memiliki banyak pelaku IKM, sedangkan IKM di Kalbar berjumlah 4263 unit usaha yang tersebar di 14 kabupaten/kota dengan jumlah 5.700 unit IKM.

"Bisa kita atur waktunya. Melalui apklikasi online mereka bisa montior di mana saja. Jadi terjadi perubahan produksi. Harapannya mereka meningkat dari menengah menjadi besar levelnya. Kalau hanya penambahan level kecil tidak cukup," tuturnya.

"Sudah sewajarnya IKM dapat memberikan dampak yang nyata bagi ekonomi Kalbar," tandasnya.

Staf Ahli Ekonomi Anna Feridina Iman Kallis berharap melalui griya IKM dan aplikasi SIPI Kalbar ini dapat mendongkrak IKM di Kalbar. Ia menuturkan di era global ini persaingan dunia usaha dan perubahan selera konsumen berlangsung cepat. Sehingga harus menuntut pelaku ekonomi untuk jeli melihat peluang pasar yang ada dengan memantapkan jaringan usaha dan memanfaatkan teknologi informasi. 

"Ada dampak positif seperti pendapatan  meningkat, lapangan kerja terbuka luas," katanya. 

Dalam pembangunan ekonomi masih banyak persoalan kurangnya akses pasar, modal, pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.  

"Meskipun banyak kendala dengan adanya griya IKM ini bisa memberikan motivasi besar untuk mengembangkan usahanya me jadi lebih baik memanfaatkan teknologi informasi untuk merebut pangsa pasar," pungkasnya. (jek/ind)

Komentar