q Suara Pemred − Pembangunan Bandara Kayong Perlu Studi Kelayakan

Pembangunan Bandara Kayong Perlu Studi Kelayakan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 392

Pembangunan Bandara Kayong Perlu Studi Kelayakan
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan pembangunan bandara di Kabupaten Kayong Utara masih memerlukan penyusunan Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan. 

"Kayong Utara itu sebenarnya bisa dibangun bandara. Hanya saja perlu ditekankan Studi Kelayakan atau FS terlebih dahulu," ungkap Kepala Dishub Provinsi Kalbar Moses Hermanus Munsin di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (5/2)

Munsin menilai penyusunan studi kelayakan menjadi hal mendasar. Studi kelayakan merupakan kajian menyeluruh dan mendalam terhadap aspek teknis, ekonomi, keuangan, lingkungan dan kelembagaan dengan beberapa justifikasi.

"Sehingga, subproyek yang diusulkan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan. Banyak aspek perlu dikaji," terangnya. 

FS bertujuan agar proyek pembangunan yang memenuhi persyaratan teknis dengan periode pelayanan yang sesuai dengan umur teknis, kapasitas pelayanan terlaksana sesuai rencana. 

Tujuan lainnya terjamin kesinambungan pembangunan, proyek yang akan dibangun dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Baik jangka pendek maupun jangka panjang. Poyek yang dibangun dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, seperti upaya pengurangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan pelayanan umum," paparnya. 

Pemerintah Pusat, kata dia, dalam membangun bandara juga mempertimbangkan skala prioritas dan anggaran tersedia. Pemerintah tidak ingin anggaran yang dikucurkan terbuang percuma. 

"Tentu pemerintah tidak mau buang anggaran sembarangan. Ada skala prioritas lah," katanya.

Munsin kurang sepakat. jika pembangunan bandara dibangun masing-masing di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang. 

Jika melihat mobilitas, skala prioritas harusnya di Kabupaten Ketapang. Sebab, kondisi Bandara Ketapang saat ini sudah tidak representatif. 

"Untuk mobilitas dan dinamika kesinambungan itu lebih layak Ketapang. Kalau Kayong Utara dibangun, terus Ketapang juga dibangun. Siapa yang akan naik di Kayong Utara. Takutnya tidak efektif dan mubajir. Maka dari itu studi kelayakan sangat menentukan," pungkasnya. (jek/bob)