Ketum Perindo Instruksikan Kader dan Pengurus di Kalbar All Out Menangkan Karol-Gidot

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 280

Ketum Perindo Instruksikan Kader dan Pengurus di Kalbar All Out Menangkan Karol-Gidot
Karol-Gidot saat bertemu Hary Tanoe di Jakarta. (ist)
PONTIANAK, SP - Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2, Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot, mendapatkan dukungan dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dalam Pilgub Kalbar 2018.

Dukungan Perindo dibuktikan dengan surat keputusan DPP Perindo yang ditandatangani Ketum dan Sekjen Pusat, Hary Tanoesoedibjo-Ahmad Rofiq, di Jakarta, 18 Januari lalu.

Surat keputusan itu diserahkan langsung oleh Hary Tanoe kepada Karol, Sabtu (24/2).

"Saya akan kawal langsung untuk memastikan kemenangan Pilgub Kalbar di tangan sosok yang tepat, yakni Karolin-Gidot," ujar Hary Tanoe.

Ketum Perindo sekaligus bos dari MNC Group ini menginstruksikan ke seluruh jajaran kader dan pengurus Perindo khususnya di Kalbar, untuk all out memenangkan Karol-Gidot.

"Saya juga perintahkan seluruh jajaran Perindo baik yang ada di Kalbar maupun di daerah-daerah lain yang berkaitan dengan Kalbar untuk all out memenangkan Karolin-Gidot," tegasnya.

Ia berkeyakinan, jika pasangan ini menang maka keberlangsungan pembangunan di Kalbar bisa terus berlanjut.

"Mengingat ada estafet kepemimpinan dari pak Cornelis. MNC Group saya pastikan akan terlibat dalam investasi di bidang infrastruktur jalan dan jembatan, bandara, perkebunan, pertambangan, pendidikan serta potensi lainnya. Potensi kepemimpinan di Kalbar saya anggap hanya ada di figur Karolin-Gidot," katanya.

Mendapat dukungan, Karol menyampaikan terima kasihnya. Ia berkomitmen akan memegang amanah dari seluruh pendukung.

"Apa yang saya perjuangkan bersama pak Gidot untuk sebuah keyakinan akan kemajuan sekaligus kedamaian di Kalbar semakin mendapat tambahan energi dari komitmen HT dan Perindo. Alasan saya dan pak Gidot untuk maju di Pilgub bukan karena ambisi politik semata tetapi lebih pada tekad kami untuk memajukan daerah kelahiran kami," ujarnya.

"Kami ingin Kalbar tetap mempertahankan keharmonisan dalam hidup dan kehidupan serta mengangkat derajat kehidupan warga Kalbar menjadi semakin baik," imbuh dia.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, melihat dukungan politik yang diberikan Hary Tanoe dan Perindo kepada Karol-Gidot pasti didasarkan "feeling" politik yang cerdas.

Ia menjelaskan, sebagai parpol yang lolos sebagai peserta pemilu 2019, Perindo tentu tidak mau "mati konyol" mendukung pasangan yang tidak mungkin menang di Pilgub Kalbar 2018.

"Perindo pasti akan investasi politik di ajang pilkada Kalbar dengan mendukung Karol-Gidot. Uji coba mesin politik Perindo di kontes Pilkada Kalbar tentunya akan dijadikan pijakan Perindo untuk pemilihan legeslatif 2019," jelasnya.

"Dan saya melihat, dukungan dan kepercayaan penuh dari HT dan Perindo untuk Karol - Gidot tidak saja dukungan politik tetapi juga "back up" pemberitaan di media dari jaringan televisi, radio serta online yang dimiliki HT," pungkas dia. (ril/umr)