Tak Koordinasi Jadwal Kampanye, Panwaslu Pontianak Sulit Awasi Paslon

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 330

Tak Koordinasi Jadwal Kampanye, Panwaslu Pontianak Sulit Awasi Paslon
Ilustrasi Pilkada. (net)
PONTIANAK, SP – Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pontianak kesulitan melakukan pengawasan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak.

Hal ini terjadi lantaran masih ada paslon yang tidak menginformasikan jadwal kampanye mereka ke Panwaslu.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Pontianak, Irwan Manik Radja mengatakan, sebenarnya dalam ketentuan, H-1 kampanye dimulai, jadwal sudah harus disampaikan ke tangan mereka.

"Ada paslon yang sudah menyampaikan jadwal kampanye mereka, ada juga yang belum. Padahal menurut aturan, H-1 kampanye jadwal sudah harus diberikan ke kita, akan melakukan kampanye di mana saja,” katanya Minggu (4/3).

Irwan menjelaskan sebenarnya, pihaknya telah memanggil tim pemenangan paslon yang bersangkutan. Apa yang jadi masalah pun sudah diutarakan. Mereka bahkan menjawab akan segera memberikan rincian jadwal kampanye tersebut. Sayangnya, hal itu tak kunjung diwujudkan.

“Tapi sampai sekarang belum ada. Masalah ini memang jadi kesulitan di semua kabupaten kota,” imbuhnya.

Selama masa kampanye berjalan sejak 15 Februari kemarin, dia mengatakan belum ada pelanggaran berarti. Namun sempat terjadi kampanye yang tak sesuai zona.

Masa kampanye di Kota Pontianak terbagi dalam tiga zona. Zona satu untuk Pontianak Utara dan Pontianak Timur. Zona dua, Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara. Terakhir, zona tiga di Pontianak Kota dan Pontianak Barat. Tiap paslon akan bergilir kampanye di tiga zona itu dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.

"Mereka pindah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Padahal ini menyangkut keamanan, dalam hal ini Polresta. Ya kita sudah berkoordinasi untuk ini,” sebutnya.

Sementara soal alat peraga kampanye, masih sempat ditemukan yang dipasang tidak di lokasi yang ditentukan. Ada pula alat peraga dari paslon langsung. Akan tetapi Irwan mengatakan sudah dikoordinasikan ke tim paslon itu. Temuan itu di antaranya ada di Jalan Gajah Mada dan Jalan Tanjungpura yang sejatinya harus bebas dari alat peraga kampanye.

“Jadi kalau ada partai mau mengucapkan hari raya atau apa, silakan saja, tapi tidak boleh ada pasangan calon atau nomor pasangan calon,” ujarnya mengingatkan.

Baliho model ucapan selamat memang sempat banyak jelang Cap Go Meh 2569. Bahkan sampai sekarang masih ditemukan. Panwaslu pun sudah memberikan surat agar segera diturunkan.

“Kalau sanksi kita kembalikan ke KPU, karena sanksi administratif kita kembalikan ke sana,” pungkasnya. (bls)