Program Tentara Manunggal Masuk Desa 2018, TNI Jalin Sinergi dengan Kemendikbud

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 223

Program Tentara Manunggal Masuk Desa 2018, TNI Jalin Sinergi dengan Kemendikbud
KERJA SAMA - Kasad Jenderal TNI Mulyono bersama Kemendikbud Muhadjir dalam acara Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-101 yang dilaksanakan di Jakarta, kemarin. (Ist)
Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah satu di antaranya wujud Operasi Bhakti Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari dulu hingga kini. 

SP - TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan departemen, lembaga pemerintah non departemen dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama.
 
Hal tersebut diungkapkan Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, di Kantor Pendam XII/Tanjungpura, Jalan Arteri Alianyang No.1 Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (13/3) sore.
 
“Pelaksanaan TMMD merupakan bukti nyata komitmen TNI untuk ikut membangun bangsa dan negara, yang diharapkan mampu mendorong percepatan daerah tertinggal atau yang baru saja terkena dampak bencana," ujar Kapendam.
 
Menurut dia, program TMMD bersama Kemendikbud tersebut dilakukan dalam upaya membangun Indonesia dari pinggiran. Caranya adalah memperkuat daerah dan desa guna menjaga keutuhan NKRI.
 
Program tersebut akan dilaksanakan selama 30 hari, yaitu sejak 28 Maret hingga 26 April 2018, di antaranya yang terlibat langsung mendapat mandat adalah Kodim 1204/Sanggau yang termasuk di bawah Korem 121/Abw, untuk melaksanakan percepatan pembangun infrastuktur pembuatan jalan sepanjang 14 km dan kegiatan non fisik seperti melakukan penyuluhun tentang bela negara, narkoba, kamtibmas, lingkungan hidup dan tentang bahaya terorisme.
 
Sementara itu, di Kodim 1013/Muara Teweh di bawah Korem 102/Panju Panjung, akan melaksanakan pembukaan badan jalan di Desa Sampirang II, Kecamatan Teweh Timur, sepanjang 15 km, dengan lebar 10 meter, dan pembuatan gorong-gorong satu buah, untuk kegiatan non fisik akan melakukan Wasbang Bela Negara, narkoba, kamtibmas, kerukunan umat beragama, pertanian dan peternakan.
 
Sedangkan untuk Kodim 1207/Berdiri Sendiri, akan melaksanakan pembuatan rabat beton jalan sepanjang 1,4 km dengan lebar 3 meter yang merupakan jalan penghubung Dusun Sido Mulyo Desa Limbung dengan Desa Rasau Jaya, serta melakukan kegiatan non fisik berupa penyuluhan bela negara, bahaya narkoba, bahaya paham radikalisme dan terorisme, KB maupun kesehatan.
 
“Ya, kegiatan TMMD akan melibatkan terdiri dari unsur TNI/Polri, Kementerian dan Lembaga, Pemda serta masyarakat,” katanya.
 
Ia menjelaskan bahwa program TMMD ke 101 tersebut menjadi program pertama dari tiga program berturut-turut yang akan dilaksanakan di tahun 2018. Untuk pemilihan sasaran TMMD sendiri, menurutnya akan didasari oleh usulan dari masyarakat yang merasakan bahwa proses pembangunan di wilayahnya belum tersentuh atau mengalami perlambatan dibandingkan dengan daerah yang lainnya.
 
“Proses ini kemudian diwadahi oleh satuan teritorial TNI AD dengan Pemda setempat. Kemudian disepakati melalui rapat bersama antara Pemda dan satuan teritorial TNI AD/Kodim yang dilanjutkan usulan dalam program TMMD. Hasil pembangunan TMMD yang sesuai sasaran, diharapkan masyarakat dapat merasakan keseimbangan pembangunan di tempat tinggalnya,” jelasnya.

Kapendam mengatakan, agar TMMD diketahui oleh masyarakat luas atau publik, TNI AD menggelar Lomba Karya Jurnalistik TMM, yang diperuntukan kepada Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) juga awak media, dalam  upaya menggugah kepedulian masyarakat terhadap upaya pembangunan di daerahnya.
 
Dalam hal ini, Kodam XII/Tanjungpura bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota yang ada wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dalam mewujudkan kesiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan TMMD ke-101.

Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan Rakornis TMMD diselenggarakan dalam rangka menyampaikan visi, misi, persepsi, serta arah kebijakan dalam mewujudkan kesiapan penyelenggaraan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 TA 2018.
 
“Tahun ini, TNI AD bekerja sama dengan Kemendikbud beserta seluruh jajarannya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi/Kabupaten/Kota, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Daerah (BPMPD) Prov/Kab/Kota, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota,” tuturnya.
 
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Keterlibatan TNI dalam rangka mempercepat penguatan pendidikan karakter sangat penting diperlukan. Apalagi, militer sangat mampu menjangkau seluruh daerah di Tanah Air, khususnya daerah terdepan, tertinggal, terluar.
 
"Saya harap kolaborasi ini dapat menjangkau aspek yang lebih luas di daerah terdepan, terluar dan tertinggal, mengingat tidak semua pihak dapat menjangkau daerah tersebut. Dengan kebutuhan itu dan keberadaan TNI, maka layanan pendidikan akan mudah diatasi," kata Kemendikbud Muhadjir dalam acara Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-101 yang dilaksanakan, Jakarta, kemarin.
 
Kemendikbud menyampaikan, banyak sekolah yang dibangun juga karena inisiatif dan kepedulian dari pihak TNI bekerja sama dengan Pemda di banyak  daerah di Indonesia. Bahkan ada program  Srawung TNI kegiatan rutin yang dilakukan oleh semua prajurit di lapangan, sehingga terjalin dan terbentuk jiwa patriot pada diri pelajar, karakter dan kemandirian bangsa. Hal ini menunjang tercapainya pendidikan karakter yang digelorakan. (anugrah ignasia/bob)

Komentar