Komunitas Hompimpa Mengembalikan Tren Permainan Tradisional

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 413

Komunitas Hompimpa Mengembalikan Tren Permainan Tradisional
Komunitas Hompimpa bermaik pangkak gasing. (Ist)
PONTIANAK, SP - Permainan tradisional macam petak umpet, congklak atau enggrang saat ini sudah jarang dimainkan anak-anak. Anak zaman now lebih banyak memainkan gim-gim virtual lewat gawai atau komputer secara daring. Padahal, ada permainan tradisional itu bukan sekadar mainan.

"Kampoeng Hompimpa dibentuk atas keprihatinan terhadap permainan tradisional Indonesia yang sekarang jarang dimainkan," kata Ketua Divisi Web Development Komunitas Hompimpa, Firdina Asri Aulia memulai cerita.

Kampoeng Hompimpa disebutnya jadi komunitas sosial, budaya, dan pendidikan yang berbasis permainan tradisional pertama di Pontianak. Dibentuk 28 Februari 2017 lalu, komunitas ini ingin mengembalikan tren permainan tradisional itu di hati dan kepala anak-anak Kota Pontianak dan Kalimantan Barat secara luas.

"Tapi tidak menutup kemungkinan ada beberapa yang ingin mengingat dan mengenang bermain pada masanya," imbuhnya.

Sebagaimana yang dikatakan di awal, permainan tradisional bukan sekadar mainan. Ada banyak keunggulan permainan ini ketimbang mainan teknologi saat ini. Firdina menjabarkan, pertama, dengan permainan tradisional, anak-anak belajar komunikasi dengan sesamanya dan kerja sama. Ada banyak permainan tradisional tanpa alat, yang membutuhkan keluwesan komunikasi dan kerja sama yang baik.

Kedua, tubuh anak-anak menjadi bugar. Permainan tradisional banyak menggunakan tenaga seperti sedang berolahraga dan melatih kebugaran mereka.

Terakhir, anak-anak bisa memahami nilai-nilai moral dalam sebuah permainan tradisional. Dengan bermain bersama dan bermain permainan tradisional, manfaat yang paling penting adalah nilai-nilai budaya yang akan ditanamkan pada anak. Karena setiap mainan punya filosofi masing-masing.

Saat ini, setidaknya 20 orang tergabung dalam komunitas ini. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai mahasiswa, pegawai, pelajar, sampai freelance. Profil komunitas setidaknya bisa dilihat di akun Instagram @kh_pontianak dan Fanpage Facebook Kampoeng Hompimpa Pontianak.

Untuk kegiatan, rutin mereka gelar di Car Free Day Pontianak Jalan A Yani dengan tajuk #MaenYok. Ada juga program Kampoeng Hompimpa Pontianak Masok Kampong, Kampoeng Hompimpa ke sekolah, dan ikut meramaikan even-even di Pontianak.

"Event besar yang pernah diikuti adalah Festival Kulminasi Matahari, Festival Kuliner Barista dan Pameran Ekonomi Kreatif dan Hari Olahraga Nasional," ucapnya.

Selain itu, tiap bulan Ramadhan dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, mereka pasti membuat acara khusus. (bls)